Tampilkan postingan dengan label me vs pax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label me vs pax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Sayangi Nyawamu kalau memang ga sayang nyawa orang lain :)

MATIKAN HP DI DALAM PESAWAT!!
–Rakyat High-Class, Tapi …..
Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyaka rta di Bandara Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah- mudan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.(KOMPAS )
Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gak ketulungan. Ada yang gak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli.. Orang indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.
Buat yang belum tahu, kenapa gak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru “take-off” dari Lanud Polonia -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.. Ternyata menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.
Contoh kasusnya antara lain:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).
Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.
Berikut merupakan bentuk ganguan-ganggua n yang terjadi di pesawat: Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy. Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusn ya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis / pertamina)
Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.
Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih pintar.
Wassalam
*taken from https://kesukaannyamaya.wordpress.com/2013/04/15/ *
sebenernya ini sedikit banyak bagian dari kekesalan tiap terbang, hampir tiap hari dan bener bener bikin gondok..
kenapa?
ga bisa maraaah, kepentok sama seragam, kepentok sama regulasi dan segala macam.. padahal harusnya seragam menguatkan, harusnya seragam jadi tonggak buat benerin peraturan yang ada dan memberikan kuasa buat negor yang ga sesuai.. tapi apa daya, saya hidup di indonesia..negara yang doyan ngelibas semua aturan..
padahal orang Indonesia itu kaya, lumayan berpendidikan dan mampu beli barang mahal cuma kenapa sih mereka ga pernah bisa bayar guru buat ngajarin mereka baca, biar mereka tau aturan yang ada karena gimanapun juga mereka membahayakan orang lain, kalau pesawat yang nerbangin keluarganya, pramugarinya keluarganya dan seluruh penumpang juga keluarganya, i dont give a shit lah yaa... terserah dia mau ngapain dan berbuat apa, toh kalau pesawatnya jatuh yang habis kan garis keturunan keluarganya, bukan orang lain.
tapi masalahnya mereka naik pesawat komersial, dimana isi dari pesawat itu ada seorang suami / istri / tulang punggung / menantu / anak / ayah / ibu dari orang diluar pesawat yang mengharapkan mereka kembali dalam keadaan utuh dan bernyawa..
biarpun sekarang belum bisa dibuktiin kalau pesawat beneran jadi penyebab jatuhnya sebuah pesawat, tapi saya ga mau ada diposisi orang yang ngalamin trial dan error nya...iya kalo pas trial kebagian pas selamatnya, kalau pas bagian apesnya?
pesan dari saya :
saya tau kalian punya HP, saya juga punya dan belum tentu HP kalian lebih bagus dari punya saya..
tapi saya tahu bahwa saya tidak mau mengorbankan nyawa saya dan menaruhnya di meja judi pertaruhan hidup dan mati cuma untuk kekonyolan kalian yang ga mau matikan handphone di dalam pesawat cuma dengan alasan kalau take off sinyal hilang sendiri.. kalau kalian mau mempertaruhkan nyawa, coba aja uji nyali dijembatan atau jalan ditengah jalan tol, jangan di pesawat yang isinya banyak orang yang menanti mereka diluar sana.
kalau kalian ga pernah dicintai , jangan bawa orang lain disana.. ada suami dan keluarga saya tercinta yang menanti kepulangan saya di setiap akhir skejul dalam keadaan hidup, bernapas dan sehat wal afiat..
XoXo
Nana

Senin, 24 Februari 2014

A Sad Flight

sudah dua bulan ini saya jadi pramugari yang khusus terbang ke jeddah, Saudia Arabia karena uplifting rating ke pesawat terbaru Garuda Indonesia yaitu Boeing 777.
sebenernya seneng, akhirnya penerbangan sembilan jam lebih punya hiburan sendiri. penumpangpun jadi ga mati gaya.
saya menikmati setiap hari terbang yang dijalanin.
sampai di penerbangan tanggal 20 februari kemarin, penerbangan GA 981 dari Jeddah menuju ke Jakarta.
awal boarding saya yang posisinya di pantry pintu 4R, membawa seorang ibu yang berjalan susah payah sampai ke kursinya. ibu itu belum tua, usianya baru di pertengahan 50 tahun. guratan cantik masih tampak jelas di wajahnya, rasa letih juga tampak tidak bisa di sembunyikan lagi. ya, umroh memang memakan banyak energi, menguras tenaga dan mengasah kesabaran kita sebagai orang yang menjalankannya.
seorang pria gagah yang membopong si ibu pun terus menyemangatinya agar bisa sampai di kursinya yang terletak di bagian belakang pesawat, perjalannya cukup jauh mengingat kursi pertama bernomor dua puluhan sementara si ibu dan pria gagah yang diakhirnya saya tahu bahwa itu adalah menantunya duduk di nomor lima puluh.
"ayo mbah, yang semangat..sedikit lagi sampai" suara itu jelas ada di telinga saya dan saya yang ada di belakangnya ikut berkomentar menyemangati..
kejadian tidak selesai disana, ketika kami menyadari pada saat penyajian makan malam, si ibu sudah tidak sadarkan diri dan suaminya berusaha menyadarkan dengan meminumkan teh manis yang tidak bisa lagi di telan si ibu.
semua orang jelas menjadi panik, tidak terkecuali rekan saya yang bekerja di area tersebut.
setelah di rebahkan, supervisor kabin kami memanggil dokter, alhamdulillah ada seorang dokter disana, namun tetap saja tidak banyak yang bisa dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana.
dokter hanya menganjurkan memakaikan oksigen kepada si ibu, siapa tau nanti sadar dengan sendirinya.
selesai penyajian makanan, kami bergantian menjaga si ibu, memastikan oksigennya masih berjalan dan dalam batas tekanan yang masih diperbolehkan, jika sudah minim, kami menggantinya dengan oksigen yang baru.
surat yasin, doa doa, lafatz islami kami berikan kepada si ibu, berharap bahwa beliau akan sadar, sedih rasanya melihat si ibu dalam kondisi tidak sadarkan diri masih menangis begitu kami membacakan ayat ayat suci di telinganya. kami juga terpaksa meminta keluarganya beristirahat bergantian, karena kami tidak ingin mereka juga ikut sakit. menunggu orang yang sakit membuat saya merasa dekat dengan ibu tersebut. rasanya seperti menunggui orang tua sendiri. semua cerita tentang si ibu mengalir dari mulut anak menantu dan adiknya yang ikut serta dalam penerbangan ibu.
si ibu terlihat berusaha bertahan, mungkin karena memang tidak ingin menyusahkan semua orang. tidak ingin membuat semua orang tertunda sampai ke rumah, karena begitu landing di Jakarta akhirnya si Ibu sudah tiada.
bukan hanya keluarganya yang menangis, saya dan seluruh awak kabin yang bekerja di kelas ekonomi pun ikut menangis, rasanya kami dekat dengan mereka, rasanya mereka jadi bagian hidup kami hari itu dan rasanya kami sudah mengenal si ibu sekian lama.
4 jam lebih saya dan seorang rekan menjadi perawat si ibu, kami shift ke tiga yang menjaga beliau, melihat perubahan fisik beliau adn ada di saat saat terakhirnya. merasakan kakinya yang berubah dingin, napasnya yang semakin berat.
this is my very first time of feeling something like this, to see people died right infront of my eyes..

May Allah put her in His Heaven...amiiien...

Kamis, 19 Desember 2013

Memberikan penumpang sebuah Garuda Experience

temen temen yang mau jadi pramugari pasti udah sering dengerkan kalo Garuda selalu menekankan sebuah Garuda Experience alias sebuah pengalaman terbang yang menyenangkan untuk semua penumpang Garuda Indonesia..
cuma sayang sih akhir akhir ini ada beberapa temen atau orang orang yang emang frequent flyer suka pada bilang "Enakan di serve sama pramugari yang udah senior banget biar mukanya jutek tapi orangnya ramah, beda sama junior sekarang, mukanya ramah, wajahnya cantik tapi juteknya ga ketolongan"
sedih sih dengernya, gimanapun juga sebenernya proses regenerasi ini malah ga dismbut positif sama orang orang yang emang frequent flyer..
sebenernya wajar, mereka biasa di serve sama pramugari yang udah punya pengalaman banyak, ga bisa dipungkiri yang namanya jam terbang itu pasti membentuk karakter seseorang yang ga bisa simsalabim ada gitu aja.

nah balik lagi sama Garuda Experience ini, sebenernya apa sih yang di harapkan?
dalam pandangan saya sendiri, sebenernya ini cara kita memperlakukan penumpang, gimanapun juga banyak kepala, banyak pendapat dan banyak harapan yang ga mungkin sama tapi tujuan perusahaan cuma satu ko..membuat sebuah branding di kepala setiap penumpangnya. begitu inget pesawat terbang maka Garuda lah yang bakalan keluar dari mulut mereka, bukan merk lainnya.

gimana caranya?
sebenernya simpel, mudah dilakukan asal mau dan bener bener niat...

buat saya sendiri menurut pengalaman nyaris lima tahun terbang, sebenernya penumpang itu butuh diperhatiin ko...
cuma butuh dijawab dengan sopan, dan dikasih senyuman,,,its more than enough...
kalo nanya koran ya kalo ada segera dikasih, kalo nunggu lungsuran dari bisnis class ya dicatet aja dl nomornya biar inget..
kalo minta selimut as soon as possible ya dikasih...buat apa sih disimpen simpen kalo emang yang minta ibu ibu atau kalau emang bapak bapak ya diminta aja nunggu sebentar tapi jangan sampai lupa.
masalahnya pramugari itu cuma short term memory yang pendek ko..
terlalu banyak yang dikerjain dan tiba tiba lupa tadi orang ngomong apa...
belajar juga untuk care sama anak kecil.
kalo emang ada baby yang kira kira masih menyusui,coba tawarin ibunya selimut biar lebih nyaman saat menyusui
kalo anaknya tidur, coba dikasih selimut..
perhatian kecil tapi artinya banyak..
coba juga sekedar berbasa basi sama penumpang, at least nanya apa kabar atau tawarin koran kalau emang tempat kalian berdiri dekat sama meja koran.
bantu juga mereka nyari tempat untuk bagasinya, bantu atur bukan angkat...
last but not least, say something..show the magic words..
sebagai pramugari airliness full service, pasti ada yang namanya bagiin makanan dan minuman...jangan diem aja waktu bagiin...at least bilang selamat makan
kalau dikasih sampah bilang terima kasih.
bingung kan kenapa dikasih sampah malah kita yang bilang terima kasih?
karena mereka paling nggak bantu kalian menjaga kebersihan kabin.

penumpang bayar mahal, mereka berharap kenyamanan dan profesionalitas...
ketika mereka merasa aman dan nyaman, harga bukan lagi jadi masalah...jam bukan lagi jadi penghalang..
apa untungnya buat pramugarinya?
jam terbang pasti semakin banyak karena makin banyaknya rute yang dibuka, jam terbang makin banyak maka pemasukan bulanan makin banyak...lumayankan bisa buat bayar cicilan panci :D


sh*t does happen in a nice flight

bisa bayangin terbang domestik yang dihajar pagi tiap hari? apa yang bisa bikin kalian kuat ngelakuinnya selain dapet crew yang menyenangkan...yuph, i dont lie about that...
tumben tumbenan dapet 1 set crew yang bener bener bikin girang...
captain nya okee banget, first officernya kece kece, pursernya ga rewel, juniornya capcus semua.. why should i asked for more?
tapi kaya kata pepatah, ga ada yang sempurna di dunia ini.. semua pasti punya cela...
yaph, si cela pun datang di hari terakhir, di landing terakhir..
semuanya tampak baik baik aja, penumpang penuh, semua gembira semua senang..siapa yang bisa ngilangin rasa senang mau pulang ke rumah?
no one right?
sampe tiba saatnya boarding and shit does happen this time...
belum security check *yaph before boarding time you need to ensure if everything clear and no suspect items or unattended items on the plane* tiba tiba penumpang datang...tiba tiba captain marah gara gara belum saatnya boarding dan beliau dapet penjelasan yang paling nggak masuk akal...kita di buru waktu?
hah?
gimana cerita?
ini pesawat udah telat datang dan semua sekarang ditumpahin ke aircrewnya?
alasannya klasik, biar mereka ga dikejar kejar penumpang dan biarkanlah penumpangnya marah sama crewnya...
damn you ground staffs..
abis itu yang parah adalah semua penumpang di suruh turun, can you imagine that?
semua orang udah siap berangkat dan dipaksa turun lagi karena emang kita belum security check...
kebayang mukanya semua orang?
and im all alone on the rear galley...hold the passenger so they cannot board the aircraft...
as a flight attendant all i need is think fast and create some silly 'real' reason instead of saying the real 'truth' reason..so no one gonna complaint you right?
tapi yang namanya bad luck ga akan pernah berenti disana aja...
dan sebuah krisis dalam penerbangan akan menunjukkan sifat asli diri kita...
tau apa yang terjadi berikutnya?
one of my chinesse mainland passenger got sick...
with no english at all....
tour guidenya pun bahasa inggrisnya terbatas...
kondisinya udah ga mungkin untuk terbang, too low sugar blood pressure gitu kata dokter bandara...
ga boleh terbang!!! itu final decisionnya...
tapi dia sama sekali ga bikin semuanya jadi mudah, he refuse to get off from the plane...
semua penumpang mulai ricuh, semua penumpang mulai KEPO *u know lah orang indo kalo liat kaya ginian*
satu bule teriak " I pay such an expensive tickets for flight on time not for a humanity"
satu orang indo yang kepo mulai nanya nanya ada apaan...
ibu ibu yang lain sibuk nelpon keluarganya bilang kalo mesin pesawat rusak *ini dia dapet info darimana coba*
and the worst part adalah my purser dont want to come and see whats going on....
kerja bertahun tahun ternyata ga akan bikin orang berani juga ngadepin masalah...
sisanya siapa?cuma saya dan 3 orang junior yang sibuk keliling cabin...
saya sibuk nyuruh tour leader ngeyakinin si bapak yang sakit ini turun.
satu junior saya sibuk komunikasi dengan captain
dan dua junior saya sibuk nyuruh semua orang matiin handphone dan ga usah ngambil foto...
this is such a tragedy not a party...

thanks god di flight ini saya ditemani 3 junior super yang mau kerja keras dan mau ngadepin penumpang...

dan seperti kata pepatah, pasti ada pelangi setelah hujan deras...

setelah waktu debat panjang dan flight yang melelahkan kami berempat plus captain dapat compliment dari miss Suhaila Nordin one of the kind passenger that help me to argue with the tour leader...

gini isinya :
 tToday's flight experienced a very difficult passenger situation that showed an impressive, patient and well trained economy class (Y) cabin crew team, also acknowledging the captain that took matters into control by coming out to address the passenger. god job to team, stay veal and tune !!!!

inti dari cerita ini sih sebenernya sebagai seorang pramugari kita harus siap siaga dan mampu ngatasin masalah apapun...mungkin ga cuma kerjaan pramugari kali ya, tapi kerjaan apapun...
dan harus bisa mikir cepet, kerjaan di udara macam ini semua perhitungan pakainya detik..
how we think, how we react will show the different result...
dan gimana caranya semua orang yang marah akhirnya ngasih compliment ke kita...
paling nggak nunjukin kalo dalam keadaan tertekan sekalipun kita bisa bersikap profesional dan mencari jalan keluar...

good luck for you who wanna be a flight attendant....
paling nggak ini bisa jadi gambaran gimana pola kerja seorang pramugari :)

Sabtu, 30 November 2013

nunggu gatot kaca lewat

Kebayang gak rasanya harus terbang dengan pelayanan penuh dan ngadepin banyak macem orang?
Biasanya sih saya sabar kalau ngadepin penumpang tapi bukan berarti sabar ga ada batasnya..
Bikin penumpangnya marah itu perkara mudah,tapi ngerubah kemarahan jadi sebuah pujian itu yang luar biasa susahnya

Dan akhirnya setelah hampir lima tahun terbang saya ngerasain juga :D
Ngerasain dimarah marahin penumpang tapi ujung ujungnya dia ngikutin saya dan ngasih compliment :D

Kisah ini terjadi di flight cgk - kno alias jakarta medan..buat semua pramugari full service pasti udah tau gimana tabiatnya orang medan *no sara*
Gimana mereka selalu pengen diduluin dan ga mau sabaran..

Me : maaf bapak,pilihan makannya sudah habis yang ada tinggal pasta daging..
Pax : gjmana sih kamu,saya ga makan daging..harusnya kamu tawarin saya dulu..
Me : wah,maaf pak,saya ga tau kalau bapak gak makan daging..tapi tinggal ini yang kami punya..
Pax : ambilkan saya dari bisnis class aja *yeee ngarep*
Me : ga bisa pak di depan penuh
Pax : saya ga mau tau,saya mau makan tapi ga mau daging
*semua penumpang kepo mulai melirik2 dan pengen tau ada apa*
Me : baik pak

Tau apa yang saya lakuin?
Bukannya ke depan atau ninggalin si bapak..tapi saya memposisikan diri setengah jongkok dan nengok kanan kiri kaya ada yang di cari..

Pax : ngapain kamu jongkok2,bukannya cariin makann buat saya..
Me : iya pak,ini saya lagi nugguin gatot kaca lewat..siapa tau bisa nitip beli gado gado atau kfc buat bapak...

And you know what?
Tanpa disangka tanpa di duga so bapak malah ketawa ngakak well sebelahnya jg sih sampe nyemburin juice..

Tapi gaya ini jangan di coba lho,entah apa yang saya pikirin waktu itu..mungkin rasa cape terbang 4 landing memhuat saya jadi kreatif kali ya..but its work...
Si bapak malah ketawa dan akhirnya ngalah cuma makan dessertnya aja..
Begitu turun si bapak malah ngasih compliment bilang kalau saya melakukan pekerjaan dengan baik dan profesional..ahhh...terima kasih bapak...
Ini yang membuat saya selalu cinta terbang,ada banyak kejutan yang menyenangkan..


Sabtu, 16 November 2013

mam,you just trow up on my clothes

Judulnya keren ya?
Tapi kalau di bahasa indonesia-in jadinya "bu,anda muntah di baju saya"
Is it for real?
Yaph yaph yaph...
A super bad day...
Jadi ceritanya flight ini penuh dengan turbulence mulai dari yang light sampai yang moderate..
Semuanya tampak baik baik saja...
Sampai saatnya landing dan semua nasib burukpun dimulai...
Waktu landing memang agak goyang...maklum ini indonesia dimana tekanan udara di atas dan dibawah bisa beda dan akibatnya pesawat goyang2 kenceng..
Disini kesialan pun terjadi...
Begitu saya bangkit untuk nutup gordyn *yaph pasti udah pada tau kan kalau di garuda penumpang eksekutif dapat prioritas turun duluan dan gordyn pemisah pasti di tutup begitu mereka mau turun* tau tau ada ibu ibu bangkit dan berusaha lari,saya yang shyok cuma bisa diam di tempat..begitu buka mulut *saya yakin dia mau ngomong sesuatu* tiba tiba malah produk olahan perut yang keluar dan menyembur dengan indah di pakaian saya..
ahhhh...
can you just imagine that?
A whole vommit been trown to me fresh from the source..
Mata saya langsug berair,sumpah pengen nangis karena nahan marah...how come you did that to me?padahal airliness saya udah nyediain kantung muntah di kantung kursi,kenapa sih ga dipake?

Air sickness bag / kantung muntah tersedia di setiap kantung kursi

Kenapa sih harus refleks bangun dan muntahin saya?
Saya bisa marah? Ga bisa karena pakai seragam
saya bisa histeris? Ga bisa karena pakai seragam
Saya bisa nangis? Ga bisa karena saya pakai seragam
padahal di sekitar saya sudah histeris dan terdengar teriakan spontan saat peristiwa lontaran cacahan makanan dan minuman meluncur ke pakaian saya.

Terus saya bisa apa?
Senyum tiga jari dan memastikan si ibu tidak apa apa seraya berkata "gapapa bu,saya bisa ganti baju langsung setelah ini"
Bahasa di atas tuh bahasa saya sebagai pramugari,tapi kalau boleh mengeluarkan sisi saya mungkin kalimat ini yang bakalan keluar " ya allah ibu,apa salah saya ya ibu sampe di muntahin"
Sementara saya cepet cepet ngacir ke lavatory buat ngelap baju *sayang mau ganti udah mau pulang dan di jemput* si ibu nungguin saya di depan pintu untuk meminta maaf...
Buat saya ga masalah karena ga kena kulit saya ga langsung dan saya memahami betul ap yang dirasakan si ibu,saya yang sudah biasa terbang aja pusing apalagi si ibu yang jarang terbang...
tapi lain kali plis pastiin ada kantung muntah disana supaya tidak ada korban lain selain saya...
semoga...

Sabtu, 09 November 2013

ME vs Pax *Entah chapter keberapa*

Kadang saya suka bingung deh sama penumpang pesawat, pernah ga sih mereka agak sedikit "mikir" kalau pesawat delay sampai lama, holding sampai lama yang rugi itu bukan cuma mereka, tapi juga saya sebagai seorang pramugari..
biarpun bayaran saya jadi lebih gede gara gara holding lama dan argo saya tetap jalan *ya elah na, bahasa lo kaya supir taksi* tapi keinginan saya buat cepetan pulang, lepas seragam dan nonton Star World itu jauh lebih besar daripada mempebesar saldo tabungan saya sendiri.

Andai saya ga ga pake seragam, rasanya saya pengen banget ngomong sama mereka "yang pengen istirahat ga cuma elo woy, yang pengen ngerasain enaknya kasur dan nyamannya selimut bulu angsa ga cuma elo woy" tapi sayang ih, kehalang seragam. jangan sampe nanti saya di gampar pake majalah colours yang ada di pesawat. katanya sih pake koran aja sakit apalagi pake majalah colours yang tebelnya nauzubillah..
ini nih penampakan inflight magz nya Garuda yang baru

kira kira percakapannya macam ini :

Tung Tung *pax call*
(Lampu yang nyala area ekonomi tapi saya lebih dekat, jadi saya mesti samperin ke belakang)

me : Ada yang bisa saya bantu ibu bapak *senyum tiga jari muka berseri seri*
Ibu : ini ada apa sih mbak, ke Yogya itu cuma 45 menit, kenapa ini sudah 2 jam tidak mendarat, ada masalah apa
Bapak : tau, jangan sampai kamu gadaikan nyawa saya di pesawat *Halaaah ini bahasanya*

*me cengar cengir berusaha jawab*
me : Iya bapak ibu, kita belum dapat izin mendarat, kan bandaranya masih dipakai AURI latihan, jadi kita masih holding.

ibu *jadi nyolot* : tapi kamu lihat jam kamu, bisa baca jam gak..ini sudah dua jam
bapak : iya, kalau mau lama, bikin pengumuman dong

*padahal captain belum lama bikin announcement holding, ah rasanya pengen narik kuping si ibu bapak dan bilang "ini kuping apa cantelan panci"*

me : kan tadi sudah di announce dua kali

bapak bapak kompor *ini bapak yang duduk diseberang mereka dan nyamber kaya bensin dikasih api* : yaudah landing aja di tempat lain, dan kasih kita kompensasi..kalau bensinnya abis di atas terus terjun bebas, mbak mau tanggung jawab

*Whattt???? situ pikir ini bus antar kota yang bisa landing dimana aja*

me : *senyum senyum*

bapak peri *ini bapak yang duduk di depannya tapi baik banget* : pak, ini garuda..ga mungkin bensinnya di isi pas, isinya pasti full tank..pilotnya juga pengalamannya banyak, ga mungkin sampe ga tau kalau bensinnya tinggal dikit..ini maskapai paling bagus lho pak, bukan pesawat sebelah yang kalau isi bensin pas pasan

me : *tambah senyum senyum* : iya bapak ibu, saya tau semua sudah capek dan cemas takut kita ga bisa mendarat, jadi percaya saya deh, pilot kami ga akan seceroboh itu..kalau urusan mendarat di bandara lain, bandara lain disekitaran sini pasti sudah tutup dari jam 10 tadi. kalau di landingkan di surabaya kan ga mungkin, kejauhan..jadi tunggu aja sebentar lagi. kokpit pasti lebih tau dan lebih punya perhitungan

mbak wartawan *ini agak tidak meyakinkan sih kalau dia wartawan* : saya ini wartawan lho, nanti saya tulis ya kelakuannya Garuda yang mencemaskan penumpang, lagian mana ada ceritanya pesawat penumpang kalah sama pesawat latihan, ini pasti ada apa apanya..

me *senyum mulai gemes* : silahkan saja ibu, tapi sebagai wartawan, kalau nulis ga boleh pake opini lho, nanti coba di cross check dulu sama ground staff dibawah keadaan di darat gimana..

Captain Announcement : Flight Attendant Landing Position *Alright, diselamatkan oleh bell :D*

sambil duduk mau landing, saya jadi mikir..orang orang Indonesia ini punya keinginan yang kecil untuk mendengar orang lain ngomong, dan langsung ngegass karena mereka merasa di rugikan.
kalau aja mereka mau meluangkan waktu sejenak untuk dengerin announcement, pasti mereka tau situasinya. bahkan buat saya, si wartawan *ngakunya* itu juga agak sembrono kalau ngomong, dia mau nulis apapun terserah dia, asal tidak membawa unsur opini ke dalam tulisannya yang bakalan di baca sama banyak orang, pernah ga ya dia mikir, kalau dia bisa si sue sama pihak manapun yang merasa di rugikan atas untsur opini yang masuk ke dalam tulisannya?

pernah gak ya, para penumpang ini mikir, mereka yang cuma duduk aja cape, gimana pramugarinya yang harus mondar mandir dan tetep senyum senyum padahal matanya udah pengen di ganjel korek api.
mereka mempermasalahkan karena nunggu di airport sebelum akhirnya boarding, pernah gak ya mereka mikir, pramugarinya udah berapa landing, udah bangun dari jam berapa dan mau lanjut kemana..
ini airliness full service lho, dimana pramugarinya harus dorong trolley, harus bagi makanan, harus angkat semua sisa makanan, harus bersihin toilet dan harus memastikan penumpangnya nyaman..ga cuma duduk duduk ngebully junior, ga cuma baca komik dan ngegosip during flight..

well hey sekali lagi semua penumpang selalu berlindung di balik kalimat "saya bayar, saya pelanggan dan saya harusnya jadi raja di flight ini" 
anda bayar? Ya
anda pelanggan? Ya
anda Raja? hmm... ini yang saya harus pikir pikir, karena saya yakin semua airliness tidak akan melakukan kecerobohan dan menurunkan level safety dan service cuma buat menyenangkan pelanggannya...

percaya deh, penumpang milih naik garuda karena kepercayaan mereka akan semua level service dan safety yang kita punya...

Safe Flight Happy Landing, Every body


Selasa, 12 Februari 2013

barang anda bukan barang saya

tiap hari saya terbang, tiap hari juga saya ngeluh soal barang barang yang dibawa ke pesawat sama penumpang juga argumen mereka soal barang yang harus di taruh dibagasi atas (luggage bins)
menurut aturan jelasnya sih, barang yang bisa dibawa ke kabin itu cuma satu barang dengan ukuran yang sudah tersedia.. hayooo siapa yang pernah pake luggage bar scalling yang ada di bandara buat ngukur besar bagasinya yang bisa masuk ke dalam kabin?
jawabannya sudah pasti ga ada.
kebiasaan warga negara Indonesia tercinta saya adalah ga peduli aturan yang ada, yang penting barang bawaannya semua kebawa di atas kabin ga peduli orang lain tapi marah marah kalau dia sendiri yang ga dapet tempat di atas.
padahal ya sudah dapat free bagasi 20kg lho, sayang kan kalau ga dipake?
lebih sayang lagi kalau akhirnya harus bawa barang berat naik tangga kalau pesawat parkir di tempat yang tidak dilengkapi dengan garbarata.

nah satu lagi yang paling saya ga suka dan kadang saya selalu berusaha menghindar adalah kalau ada orang yang bawa barang berat ke pesawat tapi ga mau ngangkat sendiri barangnya dengan alasan ga sampe. kalau lagi jahat sih mulutnya suka pengen bilang "bu,kalau udah tau tinggi semekot alias semeter kotor tuh jagan deh bawa bawa barang gede yang akhirnya bikin susah orang lain" cuma ga mungkinlah pramugari bertaraf internasional ngomong gitu ke penumpnag..
ada juga kadang yang bilang "ini enteng ko" buuuu...kalau enteng, kenapa ga diangkat sendiri.
barang yang dibawa ke atas kabin adalah tanggung jawab penumpang masing masing, tugas kami adalah membantu anda mencari tempat yang bisa dipakai untuk menaruh barang, antara di atas kepala anda atau yang dikenal dengan luggage bins atau dikolong kaki anda atau dengan sebutan luggage bars.
semuanya merupakan tempat yang aman untuk menaruh barang bawaan anda.

jadi mulai deh pakai fasilitas gratisan yang ada, saya pribadi kalau travelling lebih suka ga bawa apa apa ke kabin kalau terbang. mending pakai fasilitas 20kg yang ada (untuk beberapa kartu frequent flyer biasanya dapat tambahan 5-20kg) jadi saya tetep cantik melangkah di kabin pesawat dengan tas tangan dan sepatu high heels manolo saya :D

sooo..be a smart travelers guys :)