Tampilkan postingan dengan label pramugari garuda Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pramugari garuda Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

A Sad Flight

sudah dua bulan ini saya jadi pramugari yang khusus terbang ke jeddah, Saudia Arabia karena uplifting rating ke pesawat terbaru Garuda Indonesia yaitu Boeing 777.
sebenernya seneng, akhirnya penerbangan sembilan jam lebih punya hiburan sendiri. penumpangpun jadi ga mati gaya.
saya menikmati setiap hari terbang yang dijalanin.
sampai di penerbangan tanggal 20 februari kemarin, penerbangan GA 981 dari Jeddah menuju ke Jakarta.
awal boarding saya yang posisinya di pantry pintu 4R, membawa seorang ibu yang berjalan susah payah sampai ke kursinya. ibu itu belum tua, usianya baru di pertengahan 50 tahun. guratan cantik masih tampak jelas di wajahnya, rasa letih juga tampak tidak bisa di sembunyikan lagi. ya, umroh memang memakan banyak energi, menguras tenaga dan mengasah kesabaran kita sebagai orang yang menjalankannya.
seorang pria gagah yang membopong si ibu pun terus menyemangatinya agar bisa sampai di kursinya yang terletak di bagian belakang pesawat, perjalannya cukup jauh mengingat kursi pertama bernomor dua puluhan sementara si ibu dan pria gagah yang diakhirnya saya tahu bahwa itu adalah menantunya duduk di nomor lima puluh.
"ayo mbah, yang semangat..sedikit lagi sampai" suara itu jelas ada di telinga saya dan saya yang ada di belakangnya ikut berkomentar menyemangati..
kejadian tidak selesai disana, ketika kami menyadari pada saat penyajian makan malam, si ibu sudah tidak sadarkan diri dan suaminya berusaha menyadarkan dengan meminumkan teh manis yang tidak bisa lagi di telan si ibu.
semua orang jelas menjadi panik, tidak terkecuali rekan saya yang bekerja di area tersebut.
setelah di rebahkan, supervisor kabin kami memanggil dokter, alhamdulillah ada seorang dokter disana, namun tetap saja tidak banyak yang bisa dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana.
dokter hanya menganjurkan memakaikan oksigen kepada si ibu, siapa tau nanti sadar dengan sendirinya.
selesai penyajian makanan, kami bergantian menjaga si ibu, memastikan oksigennya masih berjalan dan dalam batas tekanan yang masih diperbolehkan, jika sudah minim, kami menggantinya dengan oksigen yang baru.
surat yasin, doa doa, lafatz islami kami berikan kepada si ibu, berharap bahwa beliau akan sadar, sedih rasanya melihat si ibu dalam kondisi tidak sadarkan diri masih menangis begitu kami membacakan ayat ayat suci di telinganya. kami juga terpaksa meminta keluarganya beristirahat bergantian, karena kami tidak ingin mereka juga ikut sakit. menunggu orang yang sakit membuat saya merasa dekat dengan ibu tersebut. rasanya seperti menunggui orang tua sendiri. semua cerita tentang si ibu mengalir dari mulut anak menantu dan adiknya yang ikut serta dalam penerbangan ibu.
si ibu terlihat berusaha bertahan, mungkin karena memang tidak ingin menyusahkan semua orang. tidak ingin membuat semua orang tertunda sampai ke rumah, karena begitu landing di Jakarta akhirnya si Ibu sudah tiada.
bukan hanya keluarganya yang menangis, saya dan seluruh awak kabin yang bekerja di kelas ekonomi pun ikut menangis, rasanya kami dekat dengan mereka, rasanya mereka jadi bagian hidup kami hari itu dan rasanya kami sudah mengenal si ibu sekian lama.
4 jam lebih saya dan seorang rekan menjadi perawat si ibu, kami shift ke tiga yang menjaga beliau, melihat perubahan fisik beliau adn ada di saat saat terakhirnya. merasakan kakinya yang berubah dingin, napasnya yang semakin berat.
this is my very first time of feeling something like this, to see people died right infront of my eyes..

May Allah put her in His Heaven...amiiien...

Senin, 10 Februari 2014

I Love Night Flight

sudah beberapa bulan ini setiap terbang pasti saya melewati fase landing/take off tengah malam dan entah kenapa saya selalu jatuh cinta sama penerbangan malam..
saat take off dan landing saya selalu suka menikmati pemandangan kota kota dibawah saya yang gemerlap, dengan banyak lampu yang menerangi kota.
indah dan terkadang membuat saya membayangkan banyak hal.
terlepas dari harus berdiam diri dan melaksanakan one minute silent review alias harus mengingat dimana posisi duduk dan apa yang harus dilakukan saat evakuasi, kadang saya suka membiarkan pemikiran saya melayang.
saya menikmati kesunyian diantara kemegahan lampu dan gemerlap cahaya dibawah saya.
kadang saya membayangkan apa yang orang orang dibawah sana lakukan saat saya akan lepas landas..mungkin mereka sedang menanti orang tersayang pulang dan menunggu diruang tamu, atau ada yang sedang menangis tersedu ditinggal pergi mungkin sebagian lagi sedang berpesta pora menikmati malam panjang.
sedangkan saya didalam burung besi, menikmati pemandangan penumpang di depan saya yang mulai terkantuk kantuk, mulai masuk ke alam mimpi.
saya juga suka menikmati gurat wajah penumpang yang duduk di depan jumpseat tempat saya bersarang. raut lelah, guratan kecewa, senyum bahagia semua terpancar bahkan ketika mereka mulai terlelap sekalipun.
penerbangan malam memberikan banyak hal yang tidak pernah ditawarkan penerbangan siang. tidak ada gurat kepalsuan *kalau menurut saya* cowok dan cewek tercantik sekalipun bisa tampak lunglai dengan mulut mengaga dan kadang menitikkan liur ketika mereka menutup diri dengan selimut hangat di dalam pesawat.
kadang saya tertawa sendiri melihat orang yang duduk di depan saya, terbangun kaget karena liurnya menetes, dan saya harus mati matian menahan tawa. ga sopan toh menertawai hal yang sebenarnya manusiawi?
tapi itu belum seberapa dibanding ketika cek kabin 15 menit sekali, sedang asik asiknya menengok kiri dan kanan tiba tiba  tercium bau amoniak menyengat...hahaha yaph bau kentut yang selalu sukses bikin saya kocar kacir..
ah...banyak hal terjadi di penerbangan malam....
and i love it :)

Rabu, 15 Januari 2014

yuk jadi pramugari garuda :)

Kabar baik buat semua yang bercita cita jadi salah satu pramugari di airliness terbaik indonesia...garuda indonesia sudah mengeluarkan kalender rekruitment pramugari 2014 lho...biar ga pada bingung kapan harus masukin aplikasi biar ga nanya nanya kapan pendaftaran di buka...

Good luck for all of you...

Jumat, 27 Desember 2013

Meet the Cabin Crew

akhir akhir ini banyak yang suka nanya ke saya baik via email atau line...
kira kira pertanyaannya kaya gini :
 " saya keturunan chinesse, bisa gak jadi cabin crew garuda yang isinya muka indonesia banget semua"

"saya sipit banget, bisa gak jadi pramugari"

"saya anak perempuan dari mama dan papa yang bener bener chinesse, bisa gak jadi pramugari?"

nah mumpung sempet jadi saya tulis deh ya disini...

first off all i want to introduce my lovely batchmate namanya Angeline Guinea

    
My Lovely BatchMate Angeline

Angel begitu dia biasa dipanggil, asalnya dari Medan and she's totally a pretty chinesse woman..
kalau dengar Angel ngomong keliatan banget deh logat cina nya...*No sara*

emang sih di Garuda awak kabin dengan etnis chinesse itu ga banyak, tapi bukan berarti ga ada kan?
mungkin kalau daftarnya zaman orde baru dulu, udah pasti ga ada etnis cina di Garuda, tapi zaman sudah berubah bukan?

sebagai pramugari, karir Angel bisa berkembang pesat...jadi emang ga ada perbedaan antara pramugari dengan etnis apapun di Garuda

Diversity of Indonesia begitulah motonya kira kira...

anyway, teman aku ini sekarang jadi pramugari First Classnya Garuda untuk pesawat 777 and also model Garuda..

jadi kenapa mesti khawatir hanya karena kalian etnis minoritas?

Goodluck

*post ini udah diomongin dulu lho sama si empunya foto, jadi aman yaaaaa....

Kamis, 19 Desember 2013

Memberikan penumpang sebuah Garuda Experience

temen temen yang mau jadi pramugari pasti udah sering dengerkan kalo Garuda selalu menekankan sebuah Garuda Experience alias sebuah pengalaman terbang yang menyenangkan untuk semua penumpang Garuda Indonesia..
cuma sayang sih akhir akhir ini ada beberapa temen atau orang orang yang emang frequent flyer suka pada bilang "Enakan di serve sama pramugari yang udah senior banget biar mukanya jutek tapi orangnya ramah, beda sama junior sekarang, mukanya ramah, wajahnya cantik tapi juteknya ga ketolongan"
sedih sih dengernya, gimanapun juga sebenernya proses regenerasi ini malah ga dismbut positif sama orang orang yang emang frequent flyer..
sebenernya wajar, mereka biasa di serve sama pramugari yang udah punya pengalaman banyak, ga bisa dipungkiri yang namanya jam terbang itu pasti membentuk karakter seseorang yang ga bisa simsalabim ada gitu aja.

nah balik lagi sama Garuda Experience ini, sebenernya apa sih yang di harapkan?
dalam pandangan saya sendiri, sebenernya ini cara kita memperlakukan penumpang, gimanapun juga banyak kepala, banyak pendapat dan banyak harapan yang ga mungkin sama tapi tujuan perusahaan cuma satu ko..membuat sebuah branding di kepala setiap penumpangnya. begitu inget pesawat terbang maka Garuda lah yang bakalan keluar dari mulut mereka, bukan merk lainnya.

gimana caranya?
sebenernya simpel, mudah dilakukan asal mau dan bener bener niat...

buat saya sendiri menurut pengalaman nyaris lima tahun terbang, sebenernya penumpang itu butuh diperhatiin ko...
cuma butuh dijawab dengan sopan, dan dikasih senyuman,,,its more than enough...
kalo nanya koran ya kalo ada segera dikasih, kalo nunggu lungsuran dari bisnis class ya dicatet aja dl nomornya biar inget..
kalo minta selimut as soon as possible ya dikasih...buat apa sih disimpen simpen kalo emang yang minta ibu ibu atau kalau emang bapak bapak ya diminta aja nunggu sebentar tapi jangan sampai lupa.
masalahnya pramugari itu cuma short term memory yang pendek ko..
terlalu banyak yang dikerjain dan tiba tiba lupa tadi orang ngomong apa...
belajar juga untuk care sama anak kecil.
kalo emang ada baby yang kira kira masih menyusui,coba tawarin ibunya selimut biar lebih nyaman saat menyusui
kalo anaknya tidur, coba dikasih selimut..
perhatian kecil tapi artinya banyak..
coba juga sekedar berbasa basi sama penumpang, at least nanya apa kabar atau tawarin koran kalau emang tempat kalian berdiri dekat sama meja koran.
bantu juga mereka nyari tempat untuk bagasinya, bantu atur bukan angkat...
last but not least, say something..show the magic words..
sebagai pramugari airliness full service, pasti ada yang namanya bagiin makanan dan minuman...jangan diem aja waktu bagiin...at least bilang selamat makan
kalau dikasih sampah bilang terima kasih.
bingung kan kenapa dikasih sampah malah kita yang bilang terima kasih?
karena mereka paling nggak bantu kalian menjaga kebersihan kabin.

penumpang bayar mahal, mereka berharap kenyamanan dan profesionalitas...
ketika mereka merasa aman dan nyaman, harga bukan lagi jadi masalah...jam bukan lagi jadi penghalang..
apa untungnya buat pramugarinya?
jam terbang pasti semakin banyak karena makin banyaknya rute yang dibuka, jam terbang makin banyak maka pemasukan bulanan makin banyak...lumayankan bisa buat bayar cicilan panci :D


Jumat, 06 September 2013

test calon pramugari garuda indonesia

Akhir akhir ini banyak yang nanya ke saya gimana caranya biar lolos jadi pramugari garuda indonesia...
Saya sendiri bingung jawabnya, karena ada yang merasa cantik, pintar atau berpengalaman tapi ko ga keterima..
Tapi yang biasa biasa aja menurut mereka malah keterima...

Mungkin kalau soal test IQ kalian bisa usaha sendiri,cuma yang kadang kita bingung standarnya adalah test tahap 1 yang cuma disuruh jalan tau tau gagal..

Saya sendiri bukan seorang expert tapi saya cuma share dari pengalaman saya empat tahun lalu jadi pramugari..semoga masih valid ya...kalo nggak pun paling nggak ini jadi gambaran buat yang mau test..

Bicara soal penampilan dulu ya...
Pada waktu walk in interview saya cuma menyarankan pakai baju yang nyaman buat kalian..kenapa nyaman? Kalau kalian nyaman kalian pasti pede...ga perlu mahal yang penting ga lusuh...
Make up dan tatanan rambut juga punya peranan penting...
Make up jangan menor kaya mau me pesta, make up aja yang natural tapi bukan apa adanya...sesuaikan sama warna baju...saya sendiri menyarankan pakai warna yang soft jadi lipstiknya bisa pink atau orange..jangan pakai warna merah ya..kalian mau keliatan anggun bukan cetar kaya mau dangdutan..
Kalau saya dulu, saya pakai baju warna biru rok hitam diatas lutut dan pakai heels stilleto 9cm..biar kaki saya tampak jenjang...maklum tinggi saya hanya 162 cm..
Eyeshadow saya sapukan gradasi pink dan lipstick wrna pink...
Karena rambut saya panjang, dikuncir buntut kuda sudah cukup rapi..

Pada saat walk in interview, saya sudah pernah bahas kalau yang penting kita tenang, saran saya cuma satu tetap tenang tetap senyum..
Berjalan di depan interviewer jangan Buru buru kaya mau ngambil sembako murah tapi ga pelan pelan juga macem putri solo..inget aja dasarnya kita ini pramugari bukan model catwalk..jadi jalan aja yang wajar..
Nah biasanya semua orang selalu bilang kesan pertama adalah yang terpenting...saya setuju banget..
Mau kalian cantik banget tapi kalian ga bisa senyum dengan tulus percaya saya deh kalian pasti ga akan lolos..
Muka saya tergolong jutek loh kalau diam...tapi saya belajar tersenyum dengan tulus..jadi dulu seorang teman pernah ngajarin saya cara senyum tulus..
Gimana caranya?
Saya cukup mengambil nafas dalam dan menghembuskannya supaya saya ga nervous erus saya membayangkan hal hal yang selalu bisa membuat saya tersenyum..
Alhasil saya lolos..alhamdulillah...
Biasanya kalian juga disuruh muter, waktu balik badan juga jangan asal..putar badan perlahan..jadi kesannya kalian ga buru buru kabur kalau nanti ada di kabin...

Nah semoga test tahap satu ini bisa membantu kalian yang mau nyoba yaaaa...


Sabtu, 24 Agustus 2013

[share] suka duka jadi seorang awak kabin

jadi seorang awak kabin pasti punya tantangan tersendiri, ga cuma dituntut untuk bisa melakukan semua hal dengan baik, bisa berpikir cepat dalam keadaan darurat, bisa senyum dalam keadaan tersedih sekalipun.
kadang banyak orang yang akhirnya bertanya, sebenarnya apa sih yang kami rasakan sebagai seorang awak kabin?

buat saya sendiri, menjadi seorang awak kabin membawa banyak kesenangan, walaupun semua kesenangan itu pasti bersinergi dengan segala konsekuensi yang kadang tidak bisa kita duga.
jadi awak kabin atau pramugari ternyata sudah pernah saya rencanakan dari kecil, namun seiring dengan perjalanan, cita cita itu terlupakan sampai saya mendapat kesempatan terbang bersama airliness terbaik Indonesia, Garuda Indonesia :)

saya yang saat itu buta mengenai dunia penerbangan masih menganggap enteng pekerjaan tersebut sampai saya menjalaninya sendiri. mungkin sama dengan teman teman diluar sana yang menganggap bahwa menjadi seorang awak kabin berarti tampil cantik, jalan berlenggak lenggok, tidur di hotel mewah dan jalan jalan gratis tanpa pernah berpikir bahwa ada kewajiban dibalik itu semua.

saya share dulu ya mengenai semua yang menjadi duka saya sebagai seorang awak kabin.

merasakan kerja disaat orang lain tidur pasti menyebalkan, ya itu yang saya rasakan hampir disetiap terbang pagi buta atau terbang ditengah malam. penerbangan panjang membuat saya harus terjaga sepanjang malam untuk menjaga kondisi kabin dan memastikan semua penumpang saya mendapatkan yang terbaik. sampai ditempat tujuan dengan perbedaan waktu terkadang membuat mata kita akhirnya mengikuti waktu lokal. bukannya enak, kepala pasti jadi berat ga keruan.

waktu libur menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk saya, berkumpul dengan keluarga menjadi sebuah hal yang mewah untuk saya dan mungkin untuk awak kabin lainnya. satu bulan dengan delapan hari libur yang tidak menentu, tidak seperti orang kantoran yang mendapat libur sabtu dan minggu, libur saya bisa dihari kerja yang membuat saya tidak bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dengan maksimal. saya juga tidak selalu bisa hadir diacara keluarga besar bahkan di hari raya karena saya harus terbang. untunglah ada gadget yang sudah sedemikian hebatnya yang membuat semua hal menjadi dekat.

bekerja dengan orang yang berbeda juga menjadi sebuah tantangan sosialisasi tersendiri untuk saya. perusahaan saya tidak mengelompokkan kami menjadi sebuah group terbang, tapi menjadi sebuah individu yang bisa dipasangkan dengan siapa aja pada tiap penerbangan. artinya tiap terbang pasti kita akan mendapat partner terbang yang berbeda. kalau kita bisa membuat suasana yang enak pasti penerbangan itu menjadi enak. kalau tidak ya welcome to the hell :) banyak orang artinya banyak kepala dan banyak pola kerja yang berbeda. banyak orang yang baik banyak juga orang yang aneh menurut saya. yang harus saya lakukan hanya bertahan dan beradaptasi. seperti hukum kehidupan lainnya bukan?

jadi seorang awak kabin juga berarti akan bertemu dengan banyak penumpang, penumpang yang baik sopan dan penuh dengan tatakrama atau bahkan bertemu dengan penumpang yang galak, jutek, emosian dan sama sekali ga pernah naik pesawat terbang. tapi kita harus memperlakukan mereka dengan sama, tidak boleh dibedakan. seberapa pun kesalnya kita pada mereka. belum lagi penggunaan toilet yang terkadang membuat saya (pada awalnya) tidak bisa menelan makanan. kebayangkan ada penumpang yang ga bisa ngeflush toilet padahal mereka habis pup. ya kalian bisa membayangkan sendiri jadinya seperti apa...

nah cukup dengan cerita yang bisa membuat kalian berpikir untuk mundur dari pekerjaan ini.

nah sekarang saya menceritakan hal yang akan membuat kalian berpikir bahwa dibalik semua kesulitan pasti ada sebuah kesenangan yang menanti...

jadi seorang awak kabin berarti ada banyak pintu kesempatan yang terbuka, kesempatan yang akan membawa kalian ketempat yang selama ini bahkan ga pernah kalian bayangkan. saya sudah menjelajahi Indonesia dari sabang sampai merauke. merasakan kebaikan orang orang di ujung aceh dan menikmati keindahan alam yang masih belum pernah terjamah. lelah bekerja pasti terbayar dengan jalan jalan diluar negeri. saya sudah menjelajah Australia mulai dari Sydney, Brisbane, perth dan Melbourne, Singapura dan bangkok sudah seperti rumah sendiri. menjelajah korea dengan segala keunikannya begitu juga jepang, cina, arab saudi dan rute terjauh Garuda Indonesia Abu Dhabi dan Amsterdam. semoga nanti saya juga bisa menikmati indahnya London di bulan Mei.

bekerja sambil liburan dengan penghasilan yang menggiurkan jelas menjadi sesuatu yang menarik hati saya pada saat itu. Bagaimana tidak, penghasilan seorang awak kabin dihitung per jam terbang. semakin banyak terbang artiya semakin banyak penghasilan yang akan kita bawa pulang. penghasilan seorang awak kabin adalah gaji pokok + FATA (Flight Allowance and Travel Allowance) Flight Allowance itu adalah jumlah jam terbang yang kamu dapat dan travel allowance uang saku yang akan dibayarkan tiap bulannya melingkupi uang makan dan uang akomodasi selama terbang yang jumlahnya sudah ada di tabelnya. berapa besarnya? hahaha rahasiaaa nanti juga kalau jadi awak kabin Garuda Indonesia kalian pasti tau..

gimana?
makin tertarik dong jadi seorang awak kabin Garuda Indonesia? proses masuk yang susah akan sebanding kok dengan hasil yang akan kalian dapat...

selamat mencobaaaaaa :)

Jumat, 07 Desember 2012

Test pramugari Garuda Indonesia

Berhubung perusahaan saya bekerja sedang membuka banyak lowongan untuk cabin crew rasanya ga ada salahnya kalau sekarang saya bahas sedikit soal tahapan tes yang dulu pernah saya jalani sewaktu mendaftar sebagai aircrew..mungkin gak terlalu update yaaa tapi daripada tidak ada bayangan sama sekali malah lebih bingung dan lebih mengada ngada toh?

Oke..lets start..

Kalau ditanya apa syarat yang harus ada untuk menjadi seorang aircrew?
Saya membaginya ke dalam 2 hal besar..

Pertama,persiapan mental..
Kenapa mental saya tulis sebagai hal yang pertama? Mental disini bukan berarti kalian sakit jiwa,psikopat atau apalah yaaaa..tapi lebih ke dalam mempersiapkan perubahan kehidupan kalian kalau nanti kalian jadi aircrew..supaya gak kaget,bisa menikmati waktu menjadi aircrew dan ga sering bolos bolos karena kalian kaget dengan konsekuensi yang ada..

- menjadi air crew tidak hanya semata gaji besar, tidur di hotel mewah, jalan jalan keliling dunia.. Yang lebih harus diperhatikan adalah.. Siapkah kalian ga ketemu pacar dalam waktu lama? Tidak ada disaat acara acara penting keluarga? Tidak bisa lagi hangout dengan teman teman diluar aircrew karena waktu kalian yang ga pernah match? Nah kalau kalian merasa siap..silahkan lanjutkan ketahap berikutnya.. Kalau tidak siap yaaa silahkan cari kerjaan lain yang lebih sesuai dengan keinginan kalian..

- menjadi air crew berarti bekerja dengan orang yang berganti ganti setiap hari sesuai dengan kemana skeul membawa kita..orang asing yang harus bekerja bersama kita tanpa kita ketahui bagaimana tabiat aslinya.. Siapkah kita bersosialisasi dengan orang baru? Siapkah kita menyesuaikan diri setiap hari dengan lingkungan yang ada? Siapkah kita tersenyum didepan penumpang walaupun kita lai patah hati, habis diomelin senior atau salah seorang kerabat kita baru saja meninggal?
Nah lagi lagi, kalau ga siap ya mending cari kerjaan lain yang sesuai sama kita..daripada tertekan lahir dan batin :p

Naaah lagi lagi, kalau poin kedua ini dirasa oke buat kalian...kita masuk kenpersyaratan kedua..

Persiapan yang kedua adalah fisikly..

Yang masuk ke dalam persiapan fisik ini meliputi :
1. Surat lamaran yang sudah di submit ke airliness tempat kalian mau mendaftar..jangan lupa tulis resume yang lengkap sebagai nilai tambah..misalnya kaian bisa berbicara dalam beberapa bahasa, orgasisasi yang pernah diikuti..

2. Pastikan bahwa kalian sehat secara jasmani dan rohani..menjadi seorang aircrew itu beda sama jadi model..kalau model atau bintang iklan yang penting cantik secara fisik yang lainnya tidak perlu..beda dengan jadi seorang aircrew yang membutuhkan kecerdasan IQ,EQ dan SQ
Kalian butuh IQ yang cerdas karena buku kalian semua dalam bahasa inggris dan kalian harus bisa memahaminya bukan cuma ngerti isinya..
EQ dibutuhkan supaya kalian bisa mengatur diri saat berhadapan dengan penumpang

3. Walk in interview
Ini tahap kedua setelah surat lamaran yang kalian kirimkan diterima, biasanya kalian akan ditelepon untuk datang dan dinilai..ga usah dandan dengan lebai.karena kalian bukan mau kondangan, ga usah sok seksi juga..toh kalian ga mau jual..dandan senatural namun bright..rambut ditata rapi..

Pada tahap ini, para pelamar akan masuk dalam satu grup kecil berisi 5-10 orang untuk dilihat cara berjalan dan ketulusan kalian ketika tersenyum..

4. Psikotest
Test potensi diri ini dilakukan ditahap berikutnya saat lolos dari walk in interview.. Mungkin kalian bisa baca buku mana aja soal psikotest atau lolos dari psikotest..tapi itu artinya membohongi diri bukan? Kenapa? Karena kalian sebenarnya hanya menampilakn apa yang dibutuhkan..bukan kalian sebenarnya..

5. Wawancara kompetensi
Bisa sampai tahap ini? Heyyy selamat..artinya kalian sedikit lg melangkah menjadi seorang queen in the sky..
Tahap ini akan melibatkan psikolog yang akan melihat jati diri kalian..ga usah bersikap berlebihan, sok pede..perusahaan akan butuh orang yang bisa dibentuk sesuai dengan imej perushaan bukan orang yang memakai identitasnya sendiri..kalau tidak tau lebih baik menjadi seseorang yang berkata jujur "maaf saya tidak tahu" dibanding menjadi nona segala tahu..

6. Wawancara user
Tahap ini, membuat kalian para calon aircrew berhadapan dengan pihak HrD yang akan bertanya mengenai keinginan kalian menjadi seorang pramugari..jawab sejujur mungkin.. Karena pekerjaan pramugari itu berat lho :D bukan cuma jalan jalan cantik dan senyum senyum didepan penumpang..tapi kalian juga kudu wajib harus sanggup bersihin toilet yang mungkin ada pipis dan pup yang tercecer kemana mana disaat kalian lagi makan..kudu wajib dan bisa tetap tenang disaat ada kejadian darurat..

7. Tes kesehatan
Hah,udah bisa sampe tahap ini? Cihuuuy dikit lagi kalian bisa jadi rekan satu team saya deh...
Di tes kesehatan ini kalian bakalan di cek dr ujung rambut sampe ujung kaki...
Yap, dilihat riwayat penyakit yang ada..cek gigi,cek mata dan buta warna serta beberapa tes lagi..lumayan jadi medical check gratis buat kita kalau kalau ternyata ada penyakit tersembunyi..

8. Tes pantauan terakhir..
Disini kalian bakalan pake seragam kebanggaan kami, kebaya modern dan kain sarung batik untuk dilihat aura kalian saat jadi awak kabin..cocok atau tidak :D

Udah lolos semuanya?


Yohaaaa...selamaaaat...kalian udah jadi calon pramugari/pramugara garuda indonesia..

Sekarang cuma tinggal berjuang di ground school...

Selamat mencoba dan siapa tau nanti kita bisa terrbang bareng yaaaa...