Tampilkan postingan dengan label pengalaman pramugari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman pramugari. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 November 2014

terbang malam sudah biasa, terbang pagi luar biasa

yes, this what i feel right now...
jam 1 pagi, ga bisa tidur dan nanti pagi dijemput jam 5. mau kemana pagi pagi? begitu komentar semua orang yang kenal saya dan tau sudah lama sekaliii semenjak saya masih ngepost di path soal terbang pagi dan teman temannya...
tapi emang sebulan ini saya berkali kali kena terbang pagi dengan pesawat kecil karena buku sakti saya yang bernama paspor sedang ada dipakai mengurus Visa untuk liburan akhir tahun ini.
3 minggu masa kerja yang sama dengan hampir 30 hari kalender. well hey, welcome domestic flight.

apa rasanya?
zombie, disaat matahari terbit mata rasanya berat, perih tapi tetep ga bisa tidur karena harus kerja, landing pertama biasanya aman, makin kesana makin eror dan ga jelas.

 begitulah kira kira menurut saya yang sudah setahun lebih ga terbang subuh dan berlanding landing. kebayangkan badan udah nolak diajak tidur jam 9 malam dan bangun pagi, yang ada tidur di hampir pagi dan bangun subuh subuh, selamat datang jerawat, selamat datang mata panda.

sabar ya na...seminggu lagi ko...seminggu lagi....




Senin, 24 Februari 2014

A Sad Flight

sudah dua bulan ini saya jadi pramugari yang khusus terbang ke jeddah, Saudia Arabia karena uplifting rating ke pesawat terbaru Garuda Indonesia yaitu Boeing 777.
sebenernya seneng, akhirnya penerbangan sembilan jam lebih punya hiburan sendiri. penumpangpun jadi ga mati gaya.
saya menikmati setiap hari terbang yang dijalanin.
sampai di penerbangan tanggal 20 februari kemarin, penerbangan GA 981 dari Jeddah menuju ke Jakarta.
awal boarding saya yang posisinya di pantry pintu 4R, membawa seorang ibu yang berjalan susah payah sampai ke kursinya. ibu itu belum tua, usianya baru di pertengahan 50 tahun. guratan cantik masih tampak jelas di wajahnya, rasa letih juga tampak tidak bisa di sembunyikan lagi. ya, umroh memang memakan banyak energi, menguras tenaga dan mengasah kesabaran kita sebagai orang yang menjalankannya.
seorang pria gagah yang membopong si ibu pun terus menyemangatinya agar bisa sampai di kursinya yang terletak di bagian belakang pesawat, perjalannya cukup jauh mengingat kursi pertama bernomor dua puluhan sementara si ibu dan pria gagah yang diakhirnya saya tahu bahwa itu adalah menantunya duduk di nomor lima puluh.
"ayo mbah, yang semangat..sedikit lagi sampai" suara itu jelas ada di telinga saya dan saya yang ada di belakangnya ikut berkomentar menyemangati..
kejadian tidak selesai disana, ketika kami menyadari pada saat penyajian makan malam, si ibu sudah tidak sadarkan diri dan suaminya berusaha menyadarkan dengan meminumkan teh manis yang tidak bisa lagi di telan si ibu.
semua orang jelas menjadi panik, tidak terkecuali rekan saya yang bekerja di area tersebut.
setelah di rebahkan, supervisor kabin kami memanggil dokter, alhamdulillah ada seorang dokter disana, namun tetap saja tidak banyak yang bisa dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana.
dokter hanya menganjurkan memakaikan oksigen kepada si ibu, siapa tau nanti sadar dengan sendirinya.
selesai penyajian makanan, kami bergantian menjaga si ibu, memastikan oksigennya masih berjalan dan dalam batas tekanan yang masih diperbolehkan, jika sudah minim, kami menggantinya dengan oksigen yang baru.
surat yasin, doa doa, lafatz islami kami berikan kepada si ibu, berharap bahwa beliau akan sadar, sedih rasanya melihat si ibu dalam kondisi tidak sadarkan diri masih menangis begitu kami membacakan ayat ayat suci di telinganya. kami juga terpaksa meminta keluarganya beristirahat bergantian, karena kami tidak ingin mereka juga ikut sakit. menunggu orang yang sakit membuat saya merasa dekat dengan ibu tersebut. rasanya seperti menunggui orang tua sendiri. semua cerita tentang si ibu mengalir dari mulut anak menantu dan adiknya yang ikut serta dalam penerbangan ibu.
si ibu terlihat berusaha bertahan, mungkin karena memang tidak ingin menyusahkan semua orang. tidak ingin membuat semua orang tertunda sampai ke rumah, karena begitu landing di Jakarta akhirnya si Ibu sudah tiada.
bukan hanya keluarganya yang menangis, saya dan seluruh awak kabin yang bekerja di kelas ekonomi pun ikut menangis, rasanya kami dekat dengan mereka, rasanya mereka jadi bagian hidup kami hari itu dan rasanya kami sudah mengenal si ibu sekian lama.
4 jam lebih saya dan seorang rekan menjadi perawat si ibu, kami shift ke tiga yang menjaga beliau, melihat perubahan fisik beliau adn ada di saat saat terakhirnya. merasakan kakinya yang berubah dingin, napasnya yang semakin berat.
this is my very first time of feeling something like this, to see people died right infront of my eyes..

May Allah put her in His Heaven...amiiien...

Kamis, 19 Desember 2013

sh*t does happen in a nice flight

bisa bayangin terbang domestik yang dihajar pagi tiap hari? apa yang bisa bikin kalian kuat ngelakuinnya selain dapet crew yang menyenangkan...yuph, i dont lie about that...
tumben tumbenan dapet 1 set crew yang bener bener bikin girang...
captain nya okee banget, first officernya kece kece, pursernya ga rewel, juniornya capcus semua.. why should i asked for more?
tapi kaya kata pepatah, ga ada yang sempurna di dunia ini.. semua pasti punya cela...
yaph, si cela pun datang di hari terakhir, di landing terakhir..
semuanya tampak baik baik aja, penumpang penuh, semua gembira semua senang..siapa yang bisa ngilangin rasa senang mau pulang ke rumah?
no one right?
sampe tiba saatnya boarding and shit does happen this time...
belum security check *yaph before boarding time you need to ensure if everything clear and no suspect items or unattended items on the plane* tiba tiba penumpang datang...tiba tiba captain marah gara gara belum saatnya boarding dan beliau dapet penjelasan yang paling nggak masuk akal...kita di buru waktu?
hah?
gimana cerita?
ini pesawat udah telat datang dan semua sekarang ditumpahin ke aircrewnya?
alasannya klasik, biar mereka ga dikejar kejar penumpang dan biarkanlah penumpangnya marah sama crewnya...
damn you ground staffs..
abis itu yang parah adalah semua penumpang di suruh turun, can you imagine that?
semua orang udah siap berangkat dan dipaksa turun lagi karena emang kita belum security check...
kebayang mukanya semua orang?
and im all alone on the rear galley...hold the passenger so they cannot board the aircraft...
as a flight attendant all i need is think fast and create some silly 'real' reason instead of saying the real 'truth' reason..so no one gonna complaint you right?
tapi yang namanya bad luck ga akan pernah berenti disana aja...
dan sebuah krisis dalam penerbangan akan menunjukkan sifat asli diri kita...
tau apa yang terjadi berikutnya?
one of my chinesse mainland passenger got sick...
with no english at all....
tour guidenya pun bahasa inggrisnya terbatas...
kondisinya udah ga mungkin untuk terbang, too low sugar blood pressure gitu kata dokter bandara...
ga boleh terbang!!! itu final decisionnya...
tapi dia sama sekali ga bikin semuanya jadi mudah, he refuse to get off from the plane...
semua penumpang mulai ricuh, semua penumpang mulai KEPO *u know lah orang indo kalo liat kaya ginian*
satu bule teriak " I pay such an expensive tickets for flight on time not for a humanity"
satu orang indo yang kepo mulai nanya nanya ada apaan...
ibu ibu yang lain sibuk nelpon keluarganya bilang kalo mesin pesawat rusak *ini dia dapet info darimana coba*
and the worst part adalah my purser dont want to come and see whats going on....
kerja bertahun tahun ternyata ga akan bikin orang berani juga ngadepin masalah...
sisanya siapa?cuma saya dan 3 orang junior yang sibuk keliling cabin...
saya sibuk nyuruh tour leader ngeyakinin si bapak yang sakit ini turun.
satu junior saya sibuk komunikasi dengan captain
dan dua junior saya sibuk nyuruh semua orang matiin handphone dan ga usah ngambil foto...
this is such a tragedy not a party...

thanks god di flight ini saya ditemani 3 junior super yang mau kerja keras dan mau ngadepin penumpang...

dan seperti kata pepatah, pasti ada pelangi setelah hujan deras...

setelah waktu debat panjang dan flight yang melelahkan kami berempat plus captain dapat compliment dari miss Suhaila Nordin one of the kind passenger that help me to argue with the tour leader...

gini isinya :
 tToday's flight experienced a very difficult passenger situation that showed an impressive, patient and well trained economy class (Y) cabin crew team, also acknowledging the captain that took matters into control by coming out to address the passenger. god job to team, stay veal and tune !!!!

inti dari cerita ini sih sebenernya sebagai seorang pramugari kita harus siap siaga dan mampu ngatasin masalah apapun...mungkin ga cuma kerjaan pramugari kali ya, tapi kerjaan apapun...
dan harus bisa mikir cepet, kerjaan di udara macam ini semua perhitungan pakainya detik..
how we think, how we react will show the different result...
dan gimana caranya semua orang yang marah akhirnya ngasih compliment ke kita...
paling nggak nunjukin kalo dalam keadaan tertekan sekalipun kita bisa bersikap profesional dan mencari jalan keluar...

good luck for you who wanna be a flight attendant....
paling nggak ini bisa jadi gambaran gimana pola kerja seorang pramugari :)

Sabtu, 30 November 2013

nunggu gatot kaca lewat

Kebayang gak rasanya harus terbang dengan pelayanan penuh dan ngadepin banyak macem orang?
Biasanya sih saya sabar kalau ngadepin penumpang tapi bukan berarti sabar ga ada batasnya..
Bikin penumpangnya marah itu perkara mudah,tapi ngerubah kemarahan jadi sebuah pujian itu yang luar biasa susahnya

Dan akhirnya setelah hampir lima tahun terbang saya ngerasain juga :D
Ngerasain dimarah marahin penumpang tapi ujung ujungnya dia ngikutin saya dan ngasih compliment :D

Kisah ini terjadi di flight cgk - kno alias jakarta medan..buat semua pramugari full service pasti udah tau gimana tabiatnya orang medan *no sara*
Gimana mereka selalu pengen diduluin dan ga mau sabaran..

Me : maaf bapak,pilihan makannya sudah habis yang ada tinggal pasta daging..
Pax : gjmana sih kamu,saya ga makan daging..harusnya kamu tawarin saya dulu..
Me : wah,maaf pak,saya ga tau kalau bapak gak makan daging..tapi tinggal ini yang kami punya..
Pax : ambilkan saya dari bisnis class aja *yeee ngarep*
Me : ga bisa pak di depan penuh
Pax : saya ga mau tau,saya mau makan tapi ga mau daging
*semua penumpang kepo mulai melirik2 dan pengen tau ada apa*
Me : baik pak

Tau apa yang saya lakuin?
Bukannya ke depan atau ninggalin si bapak..tapi saya memposisikan diri setengah jongkok dan nengok kanan kiri kaya ada yang di cari..

Pax : ngapain kamu jongkok2,bukannya cariin makann buat saya..
Me : iya pak,ini saya lagi nugguin gatot kaca lewat..siapa tau bisa nitip beli gado gado atau kfc buat bapak...

And you know what?
Tanpa disangka tanpa di duga so bapak malah ketawa ngakak well sebelahnya jg sih sampe nyemburin juice..

Tapi gaya ini jangan di coba lho,entah apa yang saya pikirin waktu itu..mungkin rasa cape terbang 4 landing memhuat saya jadi kreatif kali ya..but its work...
Si bapak malah ketawa dan akhirnya ngalah cuma makan dessertnya aja..
Begitu turun si bapak malah ngasih compliment bilang kalau saya melakukan pekerjaan dengan baik dan profesional..ahhh...terima kasih bapak...
Ini yang membuat saya selalu cinta terbang,ada banyak kejutan yang menyenangkan..


Sabtu, 16 November 2013

mam,you just trow up on my clothes

Judulnya keren ya?
Tapi kalau di bahasa indonesia-in jadinya "bu,anda muntah di baju saya"
Is it for real?
Yaph yaph yaph...
A super bad day...
Jadi ceritanya flight ini penuh dengan turbulence mulai dari yang light sampai yang moderate..
Semuanya tampak baik baik saja...
Sampai saatnya landing dan semua nasib burukpun dimulai...
Waktu landing memang agak goyang...maklum ini indonesia dimana tekanan udara di atas dan dibawah bisa beda dan akibatnya pesawat goyang2 kenceng..
Disini kesialan pun terjadi...
Begitu saya bangkit untuk nutup gordyn *yaph pasti udah pada tau kan kalau di garuda penumpang eksekutif dapat prioritas turun duluan dan gordyn pemisah pasti di tutup begitu mereka mau turun* tau tau ada ibu ibu bangkit dan berusaha lari,saya yang shyok cuma bisa diam di tempat..begitu buka mulut *saya yakin dia mau ngomong sesuatu* tiba tiba malah produk olahan perut yang keluar dan menyembur dengan indah di pakaian saya..
ahhhh...
can you just imagine that?
A whole vommit been trown to me fresh from the source..
Mata saya langsug berair,sumpah pengen nangis karena nahan marah...how come you did that to me?padahal airliness saya udah nyediain kantung muntah di kantung kursi,kenapa sih ga dipake?

Air sickness bag / kantung muntah tersedia di setiap kantung kursi

Kenapa sih harus refleks bangun dan muntahin saya?
Saya bisa marah? Ga bisa karena pakai seragam
saya bisa histeris? Ga bisa karena pakai seragam
Saya bisa nangis? Ga bisa karena saya pakai seragam
padahal di sekitar saya sudah histeris dan terdengar teriakan spontan saat peristiwa lontaran cacahan makanan dan minuman meluncur ke pakaian saya.

Terus saya bisa apa?
Senyum tiga jari dan memastikan si ibu tidak apa apa seraya berkata "gapapa bu,saya bisa ganti baju langsung setelah ini"
Bahasa di atas tuh bahasa saya sebagai pramugari,tapi kalau boleh mengeluarkan sisi saya mungkin kalimat ini yang bakalan keluar " ya allah ibu,apa salah saya ya ibu sampe di muntahin"
Sementara saya cepet cepet ngacir ke lavatory buat ngelap baju *sayang mau ganti udah mau pulang dan di jemput* si ibu nungguin saya di depan pintu untuk meminta maaf...
Buat saya ga masalah karena ga kena kulit saya ga langsung dan saya memahami betul ap yang dirasakan si ibu,saya yang sudah biasa terbang aja pusing apalagi si ibu yang jarang terbang...
tapi lain kali plis pastiin ada kantung muntah disana supaya tidak ada korban lain selain saya...
semoga...

Sabtu, 09 November 2013

ME vs Pax *Entah chapter keberapa*

Kadang saya suka bingung deh sama penumpang pesawat, pernah ga sih mereka agak sedikit "mikir" kalau pesawat delay sampai lama, holding sampai lama yang rugi itu bukan cuma mereka, tapi juga saya sebagai seorang pramugari..
biarpun bayaran saya jadi lebih gede gara gara holding lama dan argo saya tetap jalan *ya elah na, bahasa lo kaya supir taksi* tapi keinginan saya buat cepetan pulang, lepas seragam dan nonton Star World itu jauh lebih besar daripada mempebesar saldo tabungan saya sendiri.

Andai saya ga ga pake seragam, rasanya saya pengen banget ngomong sama mereka "yang pengen istirahat ga cuma elo woy, yang pengen ngerasain enaknya kasur dan nyamannya selimut bulu angsa ga cuma elo woy" tapi sayang ih, kehalang seragam. jangan sampe nanti saya di gampar pake majalah colours yang ada di pesawat. katanya sih pake koran aja sakit apalagi pake majalah colours yang tebelnya nauzubillah..
ini nih penampakan inflight magz nya Garuda yang baru

kira kira percakapannya macam ini :

Tung Tung *pax call*
(Lampu yang nyala area ekonomi tapi saya lebih dekat, jadi saya mesti samperin ke belakang)

me : Ada yang bisa saya bantu ibu bapak *senyum tiga jari muka berseri seri*
Ibu : ini ada apa sih mbak, ke Yogya itu cuma 45 menit, kenapa ini sudah 2 jam tidak mendarat, ada masalah apa
Bapak : tau, jangan sampai kamu gadaikan nyawa saya di pesawat *Halaaah ini bahasanya*

*me cengar cengir berusaha jawab*
me : Iya bapak ibu, kita belum dapat izin mendarat, kan bandaranya masih dipakai AURI latihan, jadi kita masih holding.

ibu *jadi nyolot* : tapi kamu lihat jam kamu, bisa baca jam gak..ini sudah dua jam
bapak : iya, kalau mau lama, bikin pengumuman dong

*padahal captain belum lama bikin announcement holding, ah rasanya pengen narik kuping si ibu bapak dan bilang "ini kuping apa cantelan panci"*

me : kan tadi sudah di announce dua kali

bapak bapak kompor *ini bapak yang duduk diseberang mereka dan nyamber kaya bensin dikasih api* : yaudah landing aja di tempat lain, dan kasih kita kompensasi..kalau bensinnya abis di atas terus terjun bebas, mbak mau tanggung jawab

*Whattt???? situ pikir ini bus antar kota yang bisa landing dimana aja*

me : *senyum senyum*

bapak peri *ini bapak yang duduk di depannya tapi baik banget* : pak, ini garuda..ga mungkin bensinnya di isi pas, isinya pasti full tank..pilotnya juga pengalamannya banyak, ga mungkin sampe ga tau kalau bensinnya tinggal dikit..ini maskapai paling bagus lho pak, bukan pesawat sebelah yang kalau isi bensin pas pasan

me : *tambah senyum senyum* : iya bapak ibu, saya tau semua sudah capek dan cemas takut kita ga bisa mendarat, jadi percaya saya deh, pilot kami ga akan seceroboh itu..kalau urusan mendarat di bandara lain, bandara lain disekitaran sini pasti sudah tutup dari jam 10 tadi. kalau di landingkan di surabaya kan ga mungkin, kejauhan..jadi tunggu aja sebentar lagi. kokpit pasti lebih tau dan lebih punya perhitungan

mbak wartawan *ini agak tidak meyakinkan sih kalau dia wartawan* : saya ini wartawan lho, nanti saya tulis ya kelakuannya Garuda yang mencemaskan penumpang, lagian mana ada ceritanya pesawat penumpang kalah sama pesawat latihan, ini pasti ada apa apanya..

me *senyum mulai gemes* : silahkan saja ibu, tapi sebagai wartawan, kalau nulis ga boleh pake opini lho, nanti coba di cross check dulu sama ground staff dibawah keadaan di darat gimana..

Captain Announcement : Flight Attendant Landing Position *Alright, diselamatkan oleh bell :D*

sambil duduk mau landing, saya jadi mikir..orang orang Indonesia ini punya keinginan yang kecil untuk mendengar orang lain ngomong, dan langsung ngegass karena mereka merasa di rugikan.
kalau aja mereka mau meluangkan waktu sejenak untuk dengerin announcement, pasti mereka tau situasinya. bahkan buat saya, si wartawan *ngakunya* itu juga agak sembrono kalau ngomong, dia mau nulis apapun terserah dia, asal tidak membawa unsur opini ke dalam tulisannya yang bakalan di baca sama banyak orang, pernah ga ya dia mikir, kalau dia bisa si sue sama pihak manapun yang merasa di rugikan atas untsur opini yang masuk ke dalam tulisannya?

pernah gak ya, para penumpang ini mikir, mereka yang cuma duduk aja cape, gimana pramugarinya yang harus mondar mandir dan tetep senyum senyum padahal matanya udah pengen di ganjel korek api.
mereka mempermasalahkan karena nunggu di airport sebelum akhirnya boarding, pernah gak ya mereka mikir, pramugarinya udah berapa landing, udah bangun dari jam berapa dan mau lanjut kemana..
ini airliness full service lho, dimana pramugarinya harus dorong trolley, harus bagi makanan, harus angkat semua sisa makanan, harus bersihin toilet dan harus memastikan penumpangnya nyaman..ga cuma duduk duduk ngebully junior, ga cuma baca komik dan ngegosip during flight..

well hey sekali lagi semua penumpang selalu berlindung di balik kalimat "saya bayar, saya pelanggan dan saya harusnya jadi raja di flight ini" 
anda bayar? Ya
anda pelanggan? Ya
anda Raja? hmm... ini yang saya harus pikir pikir, karena saya yakin semua airliness tidak akan melakukan kecerobohan dan menurunkan level safety dan service cuma buat menyenangkan pelanggannya...

percaya deh, penumpang milih naik garuda karena kepercayaan mereka akan semua level service dan safety yang kita punya...

Safe Flight Happy Landing, Every body


Senin, 23 September 2013

siapa mengatur jadwal terbang pramugari?

Tampilan crewlink yang isinya nomor pegawai pegawai dan password
Halaman depan crewlink

Buat semua orang yang berada di luar dunia penerbangan terkadang saya suka denger selentingan yang agak ga enak.
Semua pasti pernah *atau masih* berpikir kalau yang mengatur skejul terbang pramugari itu adalah kokpit crew atau yang lazim disebut pilot

Saya sendiri ga tau dengan aturan airliness lain, jadi saya cerita soal airliness tempat saya bekerja aja ya..
Di tempat saya bekerja yaitu garuda indonesia, kita punya sistem yan mengatur kerja crew..sistem tersebut di adalah crewlink. 
disini biasanya awal bulan akan ada yang namanya publish schedule.. nah di dalam PS ini tertera sebulan ini bakalan terbang kemana aja dan memungkinkan kita mengecek akan terbang bersama siapa saja..

Kadang agak sedih kalau dengar orang diluar sana yang komentar "ah kalau mau terbang banyak harus deket sama kokpitnya" atau yang parah harus bobo manis sama kokpitnya.
Helloowws...

Buat orang indonesia, pekerjaan ini memang belum se presticious profesi dokter atau insinyur tapi kalau diluar negeri, ini posisi kerja yang sama tingginya sama posisi favorit orang Indonesia lho..
Underestimate atas pekerjaan ini kadang membuat orang merasa bisa berkomentar seenak enaknya..

Nah sekarang buat yang mau jadi pramugari/a ga perlu kuatir lagi dengan pemikiran kalau schedule bakalan diatur sama kokpit.perusahaan besar ga akan segitu bodohnya menyerahkan urusan kelangsungan penerbangan di tangan segelintir orang...

Selamat mencoba yaaa