seminggu lagi sebelum idul fitri, THR sudah ditangan, bahkan sudah habis jadi jejeran toples kue dan setumpuk pakaian baru.
waktu rasanya berjalan cepat dan semua rasanya seperti sekejapan mata,
where will you spend this holiday season?
buat saya sendiri, duka sudah ada dari tanggal 28 Juni 2014 saat skejul penerbangan baru sudah diunggah dan semua orang sibuk melihat dimanakah mereka berada pada tanggal 28 Juli sampai 30 Juli 2014.
banyak yang libur semakin membuat saya degdegan,
dan bener aja doooong, begitu saya melihat skejul rasanya pingin nangis.
lebaran tahun ini bakalan saya lewatkan di amsterdam, kota di eropa yang ga pernah punya suasana lebaran, how ever, di Arab sendiri tradisi lebaran ga pernah seheboh di Indonesia.
yaph, kita negara paling heboh lho ternyata soal lebaran.
balik ke skejul saya *nangis guling guling dipojokan*
jadi saya termasuk dari segelintir orang yang kurang beruntung, harus terbang dari tanggal 27 Juli 2014 sampai 31 Juli 2014, huhuhu...lebarannya ga lewat amsterdam kayaknya..
sempet kepikiran mau lebaran di KBRI Denhaag, tapi jauhnya booook,,,ga nahan...
yaph, ini realita kehidupan seorang awak kabin...
buat saya ketika saya memutuskan menjadi seorang awak kabin saya harus siap dengan konsekuensi menjadi orang yang tidak punya agama, tidak punya keluarga, tidak punya negara.
kok gitu?
karena menurut saya, menjadi seorang awak kabin artinya kita siap tidak ada di saat hari besar agama *agama apapun* karena tidak mungkin penerbangan jadi libur ketika hari besar, ini bukan kantor :D
kenapa ga punya keluarga?
karena jam kerja kamu ga kenal waktu, ga kenal keluarga yang menikah, ga kenal orangtua yang sakit dan ga kenal kerabat dekat yang meninggal..walaupun ada dispensasi dan segala macam, tapi tetep aja kalau kamu lagi di ujung dunia, kamu butuh waktu untuk kembali dan datang ke pemakaman..
kenapa ga punya negara?
karena tiap ada acara kenegaraan apapun kamu jarang bisa berpartisipasi..mau itu 17 agustusan, mau itu pemilu *anyway saya kemaren golput lho karena ternyata di luar negeri PEMILU nya duluan*
yaph, itu konsekuensi...
kalau ada senior saya.. ada gaji besar maka ada hal besar diluar sana yang harus dikorbanin..
anyway..
selamat lebaran semuaaaa... :D
36.000 above the sea level, my life is a journey of greatest adventure and i wont regret about it :)
Selasa, 22 Juli 2014
Jumat, 18 Juli 2014
a simple safe flight and happy landing
Duka kembali lagi menghampiri dunia penerbangan..
Dua kali dalam 1 tahun sebuah maskapai berduka..
Tragis,and i dont know what else to say..
Kebangun tengah malam di jeddah ketika bersiap untuk kembali ke jakarta dan nyaris ga percaya dengan apa yang saya lihat di CNN
Pesawat MH ditembak jatuh di perbatasan rusia dan ukraina,perbatasan dua negara yang berkonflik..
Entah kenapa tiba tiba mood terbang mendadak hilang,rasanya kaya melayang..
Pikiran seakan berlari kesana sini membayangkan gimana kalau seandainya saya diposisi mereka?semua ilmu penyelamatan diri rasanya jadi sia sia..
Tiba tiba banyak notification di path,semua bilang safe flight and happy landing..
Yaph sebuah kalimat sederhana yang selalu saya tuliskan di kertas galley notes *pesan u/crew take over* akhirnya kembali pada saya.
Saya selalu suka menuliskan kalimat itu dan selalu mengatakannya kepada semua kerabat saya..
Bukan sok sokan atau gimana gimana..
Buat saya pribadi,ini jadi seperti keikhlasan saya melepas semua yang akan naik pesawat..
Kenapa?
Karena begitu pintu pesawat ditutup,pesawat mengudara,yang bisa kita lakukan hanya pasrah dan berserah..tidak ada ruang untuk mundur dan melarikan diri..
Tidak ada kuasa manusia yang mampu untuk melawan apa yang terjadi disaat pesawat mengudara..
Saya suka menghitung waktu disaat saya terbang,saya suka keliling kabin pesawat hanya untuk melihat wajah wajah penumpang saya..
Melihat mereka tersenyum kepada saya disaat saya melintas,melihat canda tawa dengan kerabat didekat mereka..
Bayangan saya hanya satu,semoga penerbangan ini cepat selesai dengan aman sentosa dan saya bisa melihat senyum danncanda tawa dari orang yang benar benar saya kenal dan mengharapkan kehadiran saya diantara mereka..
A simply safe flight and happy landing yang selalu membuat saya tenang..
A simply safe flight and happy landing yang membuat saya selalu merasa nyaman ketika terbang..
A simply safe flight and happy landing yang terasa seperti doa dan harapan..
Karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ucapan safe flight and happy landing..
#prayformh
Dua kali dalam 1 tahun sebuah maskapai berduka..
Tragis,and i dont know what else to say..
Kebangun tengah malam di jeddah ketika bersiap untuk kembali ke jakarta dan nyaris ga percaya dengan apa yang saya lihat di CNN
Pesawat MH ditembak jatuh di perbatasan rusia dan ukraina,perbatasan dua negara yang berkonflik..
Entah kenapa tiba tiba mood terbang mendadak hilang,rasanya kaya melayang..
Pikiran seakan berlari kesana sini membayangkan gimana kalau seandainya saya diposisi mereka?semua ilmu penyelamatan diri rasanya jadi sia sia..
Tiba tiba banyak notification di path,semua bilang safe flight and happy landing..
Yaph sebuah kalimat sederhana yang selalu saya tuliskan di kertas galley notes *pesan u/crew take over* akhirnya kembali pada saya.
Saya selalu suka menuliskan kalimat itu dan selalu mengatakannya kepada semua kerabat saya..
Bukan sok sokan atau gimana gimana..
Buat saya pribadi,ini jadi seperti keikhlasan saya melepas semua yang akan naik pesawat..
Kenapa?
Karena begitu pintu pesawat ditutup,pesawat mengudara,yang bisa kita lakukan hanya pasrah dan berserah..tidak ada ruang untuk mundur dan melarikan diri..
Tidak ada kuasa manusia yang mampu untuk melawan apa yang terjadi disaat pesawat mengudara..
Saya suka menghitung waktu disaat saya terbang,saya suka keliling kabin pesawat hanya untuk melihat wajah wajah penumpang saya..
Melihat mereka tersenyum kepada saya disaat saya melintas,melihat canda tawa dengan kerabat didekat mereka..
Bayangan saya hanya satu,semoga penerbangan ini cepat selesai dengan aman sentosa dan saya bisa melihat senyum danncanda tawa dari orang yang benar benar saya kenal dan mengharapkan kehadiran saya diantara mereka..
A simply safe flight and happy landing yang selalu membuat saya tenang..
A simply safe flight and happy landing yang membuat saya selalu merasa nyaman ketika terbang..
A simply safe flight and happy landing yang terasa seperti doa dan harapan..
Karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ucapan safe flight and happy landing..
#prayformh
Sabtu, 17 Mei 2014
I love my job
Menikah dan punya pekerjaan yang diimpikan harusnya membuat hidupku jadi sangat menyenangkan..
Yaph,bersiap dan merias diri dini hari pasti bukan hal yang menyenangkan..
Ngantuk dan malas,itu musuh terbesar saya..
Apalagi kalau melihat suami tidur pulas dengan dengkuran halus..ah,rasanya ingin kembali menyelusup ke dalam hangatnya selimut dan merasakan dekapan hangat tanpa harus kuatir dan berpikir,inikah saat terakhir saya melihat orang yang telah mengikat janji setia dengan wanita yang selalu menggadaikan nyawanya dalam bekerja..
Tapi kecintaan saya pada pekerjaan ini jauh melebihi kekhawatiran pria kuat yang memutuskan untuk menemani saya 3 tahun ini dan saya tahu bahwa selama pria ini ada untuk mendukung saya,saya akan tetap maju..
Berita di media akhir akhir ini sedikit banyak pasti mempengaruhi sedikit pemikiran saya dan teman teman aircrew diluar sana..
Berita hilangnya malaysian air dan berita hi-jacking virgin air pasti membuat orang orang disekitar saya ikut terpengaruh..
Tiap menemani ibu saya bekerja,pasti ada saja temannya yang bertanya,ga takut apa liat berita?
Dengan mantap saya menjawab tidak..bukan takabur atau apa..
Tapi ini resiko dalam bekerja bukan?
Kontak saya dengan dunia luar berakhir ketika pintu terakhir pesawat ditutup dan mesin mulai dinyalakan..
Semua yang ada di dalam pesawat beralih menjadi tanggung jawab sama dan teman2 air crew yang bertugas..
Coba kalau naik pesawat kalian perhatikan,begitu pesawat bergerak mundur, air marshal dan orang orang yang ada di sekitaran pesawat melambaikan tangannya seakan memberikan lambaian terakhirnya kepada kami..
Buat saya,saya selalu menegaskan pada semua orang di dekat saya,bahwa saya mencintai pekerjaan saya seperti saya mencintai mereka,pekerjaan ini jadi bagian hidup saya seperti mereka melengkapi hidup saya dan kalau ada apa apa dengan saya paling tidak mereka tahu bahwa saya melakukan hal yang saya cintai dengan sepenuh hati
Menjadi aircrew mungkin terlihat nyaman,menyenangkan..tapi coba tanya sama semua yang sudah menjalankan..
Menyenangkan?ya
Mengasyikkan? Ya
Tapi dibalik itu ada tanggung jawab besar yang menempel dipundak kami
Tanggung jawab yang tidak bisa dialihkan..
Tanggung jawab yang tidak bisa dipungkiri..
Tapi apapun itu,bagaimanapun itu dengan bangga saya menyatakan bahwa saya cinta pekerjaan saya,saya suka menjadi seorang pramugari walaupun bagi penumpang kami mungkin kami hanya pelayan yang memberikan makan,minum serta melayani mereka selama penerbangan..
Yaph,bersiap dan merias diri dini hari pasti bukan hal yang menyenangkan..
Ngantuk dan malas,itu musuh terbesar saya..
Apalagi kalau melihat suami tidur pulas dengan dengkuran halus..ah,rasanya ingin kembali menyelusup ke dalam hangatnya selimut dan merasakan dekapan hangat tanpa harus kuatir dan berpikir,inikah saat terakhir saya melihat orang yang telah mengikat janji setia dengan wanita yang selalu menggadaikan nyawanya dalam bekerja..
Tapi kecintaan saya pada pekerjaan ini jauh melebihi kekhawatiran pria kuat yang memutuskan untuk menemani saya 3 tahun ini dan saya tahu bahwa selama pria ini ada untuk mendukung saya,saya akan tetap maju..
Berita di media akhir akhir ini sedikit banyak pasti mempengaruhi sedikit pemikiran saya dan teman teman aircrew diluar sana..
Berita hilangnya malaysian air dan berita hi-jacking virgin air pasti membuat orang orang disekitar saya ikut terpengaruh..
Tiap menemani ibu saya bekerja,pasti ada saja temannya yang bertanya,ga takut apa liat berita?
Dengan mantap saya menjawab tidak..bukan takabur atau apa..
Tapi ini resiko dalam bekerja bukan?
Kontak saya dengan dunia luar berakhir ketika pintu terakhir pesawat ditutup dan mesin mulai dinyalakan..
Semua yang ada di dalam pesawat beralih menjadi tanggung jawab sama dan teman2 air crew yang bertugas..
Coba kalau naik pesawat kalian perhatikan,begitu pesawat bergerak mundur, air marshal dan orang orang yang ada di sekitaran pesawat melambaikan tangannya seakan memberikan lambaian terakhirnya kepada kami..
Buat saya,saya selalu menegaskan pada semua orang di dekat saya,bahwa saya mencintai pekerjaan saya seperti saya mencintai mereka,pekerjaan ini jadi bagian hidup saya seperti mereka melengkapi hidup saya dan kalau ada apa apa dengan saya paling tidak mereka tahu bahwa saya melakukan hal yang saya cintai dengan sepenuh hati
Menjadi aircrew mungkin terlihat nyaman,menyenangkan..tapi coba tanya sama semua yang sudah menjalankan..
Menyenangkan?ya
Mengasyikkan? Ya
Tapi dibalik itu ada tanggung jawab besar yang menempel dipundak kami
Tanggung jawab yang tidak bisa dialihkan..
Tanggung jawab yang tidak bisa dipungkiri..
Tapi apapun itu,bagaimanapun itu dengan bangga saya menyatakan bahwa saya cinta pekerjaan saya,saya suka menjadi seorang pramugari walaupun bagi penumpang kami mungkin kami hanya pelayan yang memberikan makan,minum serta melayani mereka selama penerbangan..
Senin, 24 Februari 2014
A Sad Flight
sudah dua bulan ini saya jadi pramugari yang khusus terbang ke jeddah, Saudia Arabia karena uplifting rating ke pesawat terbaru Garuda Indonesia yaitu Boeing 777.
sebenernya seneng, akhirnya penerbangan sembilan jam lebih punya hiburan sendiri. penumpangpun jadi ga mati gaya.
saya menikmati setiap hari terbang yang dijalanin.
sampai di penerbangan tanggal 20 februari kemarin, penerbangan GA 981 dari Jeddah menuju ke Jakarta.
awal boarding saya yang posisinya di pantry pintu 4R, membawa seorang ibu yang berjalan susah payah sampai ke kursinya. ibu itu belum tua, usianya baru di pertengahan 50 tahun. guratan cantik masih tampak jelas di wajahnya, rasa letih juga tampak tidak bisa di sembunyikan lagi. ya, umroh memang memakan banyak energi, menguras tenaga dan mengasah kesabaran kita sebagai orang yang menjalankannya.
seorang pria gagah yang membopong si ibu pun terus menyemangatinya agar bisa sampai di kursinya yang terletak di bagian belakang pesawat, perjalannya cukup jauh mengingat kursi pertama bernomor dua puluhan sementara si ibu dan pria gagah yang diakhirnya saya tahu bahwa itu adalah menantunya duduk di nomor lima puluh.
"ayo mbah, yang semangat..sedikit lagi sampai" suara itu jelas ada di telinga saya dan saya yang ada di belakangnya ikut berkomentar menyemangati..
kejadian tidak selesai disana, ketika kami menyadari pada saat penyajian makan malam, si ibu sudah tidak sadarkan diri dan suaminya berusaha menyadarkan dengan meminumkan teh manis yang tidak bisa lagi di telan si ibu.
semua orang jelas menjadi panik, tidak terkecuali rekan saya yang bekerja di area tersebut.
setelah di rebahkan, supervisor kabin kami memanggil dokter, alhamdulillah ada seorang dokter disana, namun tetap saja tidak banyak yang bisa dilakukan karena minimnya sarana dan prasarana.
dokter hanya menganjurkan memakaikan oksigen kepada si ibu, siapa tau nanti sadar dengan sendirinya.
selesai penyajian makanan, kami bergantian menjaga si ibu, memastikan oksigennya masih berjalan dan dalam batas tekanan yang masih diperbolehkan, jika sudah minim, kami menggantinya dengan oksigen yang baru.
surat yasin, doa doa, lafatz islami kami berikan kepada si ibu, berharap bahwa beliau akan sadar, sedih rasanya melihat si ibu dalam kondisi tidak sadarkan diri masih menangis begitu kami membacakan ayat ayat suci di telinganya. kami juga terpaksa meminta keluarganya beristirahat bergantian, karena kami tidak ingin mereka juga ikut sakit. menunggu orang yang sakit membuat saya merasa dekat dengan ibu tersebut. rasanya seperti menunggui orang tua sendiri. semua cerita tentang si ibu mengalir dari mulut anak menantu dan adiknya yang ikut serta dalam penerbangan ibu.
si ibu terlihat berusaha bertahan, mungkin karena memang tidak ingin menyusahkan semua orang. tidak ingin membuat semua orang tertunda sampai ke rumah, karena begitu landing di Jakarta akhirnya si Ibu sudah tiada.
bukan hanya keluarganya yang menangis, saya dan seluruh awak kabin yang bekerja di kelas ekonomi pun ikut menangis, rasanya kami dekat dengan mereka, rasanya mereka jadi bagian hidup kami hari itu dan rasanya kami sudah mengenal si ibu sekian lama.
4 jam lebih saya dan seorang rekan menjadi perawat si ibu, kami shift ke tiga yang menjaga beliau, melihat perubahan fisik beliau adn ada di saat saat terakhirnya. merasakan kakinya yang berubah dingin, napasnya yang semakin berat.
this is my very first time of feeling something like this, to see people died right infront of my eyes..
May Allah put her in His Heaven...amiiien...
Senin, 10 Februari 2014
I Love Night Flight
sudah beberapa bulan ini setiap terbang pasti saya melewati fase landing/take off tengah malam dan entah kenapa saya selalu jatuh cinta sama penerbangan malam..
saat take off dan landing saya selalu suka menikmati pemandangan kota kota dibawah saya yang gemerlap, dengan banyak lampu yang menerangi kota.
indah dan terkadang membuat saya membayangkan banyak hal.
terlepas dari harus berdiam diri dan melaksanakan one minute silent review alias harus mengingat dimana posisi duduk dan apa yang harus dilakukan saat evakuasi, kadang saya suka membiarkan pemikiran saya melayang.
saya menikmati kesunyian diantara kemegahan lampu dan gemerlap cahaya dibawah saya.
kadang saya membayangkan apa yang orang orang dibawah sana lakukan saat saya akan lepas landas..mungkin mereka sedang menanti orang tersayang pulang dan menunggu diruang tamu, atau ada yang sedang menangis tersedu ditinggal pergi mungkin sebagian lagi sedang berpesta pora menikmati malam panjang.
sedangkan saya didalam burung besi, menikmati pemandangan penumpang di depan saya yang mulai terkantuk kantuk, mulai masuk ke alam mimpi.
saya juga suka menikmati gurat wajah penumpang yang duduk di depan jumpseat tempat saya bersarang. raut lelah, guratan kecewa, senyum bahagia semua terpancar bahkan ketika mereka mulai terlelap sekalipun.
penerbangan malam memberikan banyak hal yang tidak pernah ditawarkan penerbangan siang. tidak ada gurat kepalsuan *kalau menurut saya* cowok dan cewek tercantik sekalipun bisa tampak lunglai dengan mulut mengaga dan kadang menitikkan liur ketika mereka menutup diri dengan selimut hangat di dalam pesawat.
kadang saya tertawa sendiri melihat orang yang duduk di depan saya, terbangun kaget karena liurnya menetes, dan saya harus mati matian menahan tawa. ga sopan toh menertawai hal yang sebenarnya manusiawi?
tapi itu belum seberapa dibanding ketika cek kabin 15 menit sekali, sedang asik asiknya menengok kiri dan kanan tiba tiba tercium bau amoniak menyengat...hahaha yaph bau kentut yang selalu sukses bikin saya kocar kacir..
ah...banyak hal terjadi di penerbangan malam....
and i love it :)
saat take off dan landing saya selalu suka menikmati pemandangan kota kota dibawah saya yang gemerlap, dengan banyak lampu yang menerangi kota.
indah dan terkadang membuat saya membayangkan banyak hal.
terlepas dari harus berdiam diri dan melaksanakan one minute silent review alias harus mengingat dimana posisi duduk dan apa yang harus dilakukan saat evakuasi, kadang saya suka membiarkan pemikiran saya melayang.
saya menikmati kesunyian diantara kemegahan lampu dan gemerlap cahaya dibawah saya.
kadang saya membayangkan apa yang orang orang dibawah sana lakukan saat saya akan lepas landas..mungkin mereka sedang menanti orang tersayang pulang dan menunggu diruang tamu, atau ada yang sedang menangis tersedu ditinggal pergi mungkin sebagian lagi sedang berpesta pora menikmati malam panjang.
sedangkan saya didalam burung besi, menikmati pemandangan penumpang di depan saya yang mulai terkantuk kantuk, mulai masuk ke alam mimpi.
saya juga suka menikmati gurat wajah penumpang yang duduk di depan jumpseat tempat saya bersarang. raut lelah, guratan kecewa, senyum bahagia semua terpancar bahkan ketika mereka mulai terlelap sekalipun.
penerbangan malam memberikan banyak hal yang tidak pernah ditawarkan penerbangan siang. tidak ada gurat kepalsuan *kalau menurut saya* cowok dan cewek tercantik sekalipun bisa tampak lunglai dengan mulut mengaga dan kadang menitikkan liur ketika mereka menutup diri dengan selimut hangat di dalam pesawat.
kadang saya tertawa sendiri melihat orang yang duduk di depan saya, terbangun kaget karena liurnya menetes, dan saya harus mati matian menahan tawa. ga sopan toh menertawai hal yang sebenarnya manusiawi?
tapi itu belum seberapa dibanding ketika cek kabin 15 menit sekali, sedang asik asiknya menengok kiri dan kanan tiba tiba tercium bau amoniak menyengat...hahaha yaph bau kentut yang selalu sukses bikin saya kocar kacir..
ah...banyak hal terjadi di penerbangan malam....
and i love it :)
Selasa, 28 Januari 2014
living on a jet plane..
All my bags are packed im ready to go...
Yuph,itu gambaran hidup saya sehari hari...tidur bangun terbang sampe rumah buka koper naro cucian ngisi baju bersih dan tidur lagi buat terbang besok...
Kerja di airlines itu bagaikan ga punya waktu luang dan ga punya temen deket...dulu jamannya sekolah,kuliah,ngantor..saya punya banyak teman.kalau sekarang?teman saya cuma yg saya temuin di pesawat..
Apa kabar teman2 lama?
Ada sih,cm tinggal beberapa yang kalo diajak ngomong saya msh nyambung..sisanya saya kudet..jam kerja yang panjang dan libur yang ga menentu kadang ngebuat saya lebih milih tidur sharian disaat libur daripada keluyuran..
Jet lag?
Ah itu sudah lewat...jam badan saya seperti bumglon skrg..kapanpun gelap pasti tidur..kapanpun terang pasti melek...
Ko bisa?
Its a power of 5 years working in a complicated hours..
Well....all of attendant wanna bee...are you ready for this?
Yuph,itu gambaran hidup saya sehari hari...tidur bangun terbang sampe rumah buka koper naro cucian ngisi baju bersih dan tidur lagi buat terbang besok...
Kerja di airlines itu bagaikan ga punya waktu luang dan ga punya temen deket...dulu jamannya sekolah,kuliah,ngantor..saya punya banyak teman.kalau sekarang?teman saya cuma yg saya temuin di pesawat..
Apa kabar teman2 lama?
Ada sih,cm tinggal beberapa yang kalo diajak ngomong saya msh nyambung..sisanya saya kudet..jam kerja yang panjang dan libur yang ga menentu kadang ngebuat saya lebih milih tidur sharian disaat libur daripada keluyuran..
Jet lag?
Ah itu sudah lewat...jam badan saya seperti bumglon skrg..kapanpun gelap pasti tidur..kapanpun terang pasti melek...
Ko bisa?
Its a power of 5 years working in a complicated hours..
Well....all of attendant wanna bee...are you ready for this?
Rabu, 15 Januari 2014
yuk jadi pramugari garuda :)
Kabar baik buat semua yang bercita cita jadi salah satu pramugari di airliness terbaik indonesia...garuda indonesia sudah mengeluarkan kalender rekruitment pramugari 2014 lho...biar ga pada bingung kapan harus masukin aplikasi biar ga nanya nanya kapan pendaftaran di buka...
Good luck for all of you...
Good luck for all of you...
Langganan:
Postingan (Atom)
